G. Sumbing merupakan gunungapi bertipe strato terletak di wilayah Kabupaten Sarko, (Sorolangun Bangko), Propinsi Jambi. G. Sumbing termasuk gunungapi aktif tipe A mempunyai ketinggian lk. 2508 m di atas muka laut. Di sebelah timurnya terdapat G. Hulu Nilo dengan ketinggian Ik 2469 m di atas muka laut. Posisi geografi puncak G. Sumbing adalah 2°25' Lintang Utara dan 101°44' Bujur Timur.
Dalam 25 Juni saya dengan SPPD n 760/P/81 dan A. D. Wirasaputra pensurvai dari seksi pemetaan topografi dengan SPPD m 759/P/81 ditugaskan ke Jawa Tengah untuk melakukan pemeriksaan sekitar G. Sumbing, serta daerah bahaya G. Sumbing, pembuatan penampang melintang dan memanjang dari sungai sekitar G. Sumbing.
Survei Gunung Sumbing ini mencakup pemeriksaan puncaknya, (kawah kegiatan) dan pemetaan daerah bahaya sekelilingnya. Pemetaan daerah bahaya ini dimaksudkan untuk mengetahui serta membatasi daerah yang dapat terkena bahan letusan secara langsung maupun tidak, pada waktu terjadinya letusan.
G. Sumbing di Sumatera termasuk gunungapi yang diragukan tipe A nya. Tetapi Neumann Van Padang (1951. h. 33) mencantumkan letusan - letusan tahun 1909 dan 1921, berdasarkan TOBLER (1919, h. 434) dan Natuurkunding Tijdschrift voor Nederlandsch Indie tahun 1921.
Tujuan penyelidikan untuk meghimpun data geologi, mencakup stratigrafi, struktur geologi, geomorfologi dan penyebaran hasil letusan masa lampau, dan aspek kegunungapian lainnya.
Penulis melaksanakan tugas di daerah G. SUndoro berdasarkan Surat Perintah Perjalanan Dinas No.2580/P/85, tertanggal Bandung 12 November 1985.
G.Sumbing pada waktu pemeriksaan masih tetap normal. Asap solfatara pada umumnya putih tipis dengan tekanan gas lemah, ketinggian asap maksimum 10 m dari permukaan dan minimum 4 m. Suhu solfatara tercatat minimum 90'C dan maksimum 110'C, sedangkan suhu air panas di dasar kawah terukur minimum 75'C dan maksimum 87'C.
G.Sumbing termasuk type B (Van Bemelen 1948) dengan kawahnya berbentuk tapal kuda kearah timur laut, tertutup sumbat lava, termasuk Kabupaten Wonosobo dan Temanggung bagian barat laut gunung ini menjulang tinggi dengan G. Sundoro.
Maksud dan tujuan pemetaan topografi puncak/kawah adalah untuk mengetahui bentuk topografi disekitar puncak G.Sumbing pada Mei 1996, selain itu untuk menunjang keperluan data topografi dilingkungan Direktorat Vulkanologi.
Sebagai salahsatu tugas Direktorat Vulkanologi memberikan informasi mengenai gunungapi kepada masyarakat di sekitar gunungapi, diantaranya G. Sumbing yang mencakup wilayah Kabupaten Magelang, Temanggung, dan Wonosobo, Jawa Tengah letaknya lebih kurang 160 km sebelah barat laut kota Yogyakarta.