Dalam 25 Juni saya dengan SPPD n 760/P/81 dan A. D. Wirasaputra pensurvai dari seksi pemetaan topografi dengan SPPD m 759/P/81 ditugaskan ke Jawa Tengah untuk melakukan pemeriksaan sekitar G. Sumbing, serta daerah bahaya G. Sumbing, pembuatan penampang melintang dan memanjang dari sungai sekitar G. Sumbing.
Survei Gunung Sumbing ini mencakup pemeriksaan puncaknya, (kawah kegiatan) dan pemetaan daerah bahaya sekelilingnya. Pemetaan daerah bahaya ini dimaksudkan untuk mengetahui serta membatasi daerah yang dapat terkena bahan letusan secara langsung maupun tidak, pada waktu terjadinya letusan.
G.Sumbing termasuk type B (Van Bemelen 1948) dengan kawahnya berbentuk tapal kuda kearah timur laut, tertutup sumbat lava, termasuk Kabupaten Wonosobo dan Temanggung bagian barat laut gunung ini menjulang tinggi dengan G. Sundoro.
G. Sumbing termasuk type B (Van Bemelen 1948) dengan kawahnya berbentuk tapal kuda kearah timur laut,tertutup sumbat lava, termasuk kabupaten Wonosobo dan Temanggung bagian barat laut gunung ini menjulang sama tinggi dengan G. Sundoro
G. Sumbing di Sumatera termasuk gunungapi yang diragukan tipe A nya. Tetapi Neumann Van Padang (1951. h. 33) mencantumkan letusan - letusan tahun 1909 dan 1921, berdasarkan TOBLER (1919, h. 434) dan Natuurkunding Tijdschrift voor Nederlandsch Indie tahun 1921.
Dalam periode Pelita V tahun pertama anggaran 1989 1990. telah diberangkatkan satu tim pemetaan daerah bahaya gunungapi dari Seksi Penanggulangan Bahaya Gunungapi, Sub Dit Pemetaan Gunungapi. Direktorat Vulkanologi ke G. Sumbing Jawa Tengah. Tim Pemetaan terdiri dari Sumarna Hamidi, B.Sc (SPPD No. 202/0441/3402/89), Ato Djuhara (SPPD No. 203/0441/3402/89). Agus Martono (SPPD No. 204/0441/3402/8…