Pada 1978 longsoran besar yang masuk ke dalam danau kawah G. Kelut, yang mengakibatkan perobohan topografi dalam kawah dan tebing kawah yang longsor yang berarti robahnya pula isi air dalam danau kawah.
Sebelum kejadian longsoran yang dimulai pada tgl 22 September, jam 15.00 turun hujan lebat dengan curah hujan yang tercatat di Plawangan rata - rata 83 mm per jam selama lk 3 jam. Longsoran diiringi awan panas hingga sejauh lk. 6 km kejurusan K.Batang dan Bebeng.
Dengan surat perintah No. 3336/5/1975 dan No. 3337/8/1975 tanggal 9 Agustus 1975, Sdr. Sobana bersama dengan penulis ditugaskan selama 14 hari, untuk melakukan pemetaan lahar sekitar Besuk Tretes pamasuk Kookan. Hal itu sehubungan dengan banjir di Besuk Tretes pada tgl 9-8-1975
Longsoran lava dan awan panas melluncur mengikuti hulu S. Batang ke arah Barat Daya. Jarak lintas awan panas mencapai kurang lebih 6,5 km dari titik longsoran. Endapanlongsoran dan ladu terdapat lembah-lembah S. Batang, S. Bebeng, sebagian meluber di sekitarnya sungai-sungai tersebut di atas.
Daur kegiatan G. Merapi sckarang ini (1973) dimlai dalam bulan tober 1972, ditandai olch ietusan-letusan gas dan terlemparkannya Ok- batuan-batuan lama berupa pasir dan abu. Titik letusan terletak diantara kubah lava 1969 dan sisa lava 1961. Gejala diatas berakhir dalam bulan April ,1973 dinana lava baru mulai muncul dititik yang Bama diiringi oleh awan panas guguran. Kegiatan selanjutnya berup…
Informasi kerentanan gerakan tanah merupakan informasi awal yang sangat penting untuk mengetahui resiko bencana alam, sehingga dapat diketahui penyebab indormasi ini juga dapat dijadikan acuan dasar untuk pengembangan wilayah dan sekaligus untuk mewaspadai dan memperkecil kerugian terhadap kemungkinan terjadinya bencana gerakan tanah atau dampak negative yang ditimbulkan.