Gunungapi Lereboleng adalah salah satu gunungapi tipe A yang terletak di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Puncak tertinggi Gunungapi Lereboleng pada ketinggian 1117 m diatas permukaan laut. Di sekitar puncak Lereboleng terdapat bekas lubang letusan yang masih utuh sebanyak 29 buah, namun kondisi saat ini hanya sebagian yang masih tampak, sedangkan yang lainnya sudah tertutup oleh ve…
G. Sumbing (2508 m dpl) merupakan gunungapi yang masih menjadi perdebatan para pakar gunungapi, apakah termasuk kedalam Tipe A atau Tipe B. Menurut sebagian pakar bahwa, gunungapi ini termasuk kedalam Tipe A karena pra 1600 tepatnya pada tahun 1909 dn 1921 pernah terlihat aktivitas vulkanik walaupun informasi tentang kegiatan ini tidak begitu jelas.
G. Ijen atau nama lainnya Kawah Ijen (2386 m dpl) adalah gunungapi yang muncul di atas dataran Banyuwangi (2100 m dpl), Jawa Timur. Secara adminitratif, G. Ijen termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Banyuwangi, Situbondo dan Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. G. Ijen (Kawah Ijen) merupakan salah satu gunungapi aktif tipe A yang mempunyai danau kawah di bagian puncaknya.
Pemetaan kawasan rawan bencana gunungapi dimaksudkan untuk membuat batas-batas daerah yang kemungkinan dapat terlanda oleh erupsi gunungapi baik yang berupa bahaya langsung, maupun bahaya tidak langsung daerah bahaya G. Sumbing sebelumnya telah dipetakan oleh P. Kasturian dan A. Djuhara pada tahun 1981, lemudian diperbaharui oleh S. Hamidi, A. Djuhara dan A. Martono pada 1989.
sebagaimana telah kita ketahui bahwa hingga saat ini klasifikasi tipe gunungapi indonesia dibagi dalam tiga jenis yaitu tipe A, tipe B dan Tipe C. Dari klasifikasi tersebut ada 67 buah gunungapi aktif yang disebut tipe A,, diantaranya 17 di jawa, (kusumadinata, 1979). Menurut kusumadinata (1979) bahwa berdasarkan penyelidikan masih terdapat 8 buah gunungapi tipe A yang belum dibahas karena sebe…
Gunungapi Todoko adalah gunungapi aktif tipe B yang terletak di Kabupaten Ibu, Maluku Utara dan berada di wilayah berpenduduk. Unit pemukiman dengan kerapatan penduduk sedang-rendah dan lahan pertanian tersebar hampir di seluruh kaki gunung kecuali di sebelah baratlaut, baratdaya, dan utara. Oleh karena itu, penyelidikan atau pemantauan tentang kegiatan gunungapi ini perlu terus di lakukan.
Pemetaan kawasan rawan bencana gunungapi dimaksudkan untuk membuat batas-batas daerah yang kemungkinan terlanda oleh hasil letusan baik yang berupa bahaya langsung (primer), maupun bahaya tidak langsung (sekunder). Bahaya langsung (primer) yang kemungkinan terjadi terdiri atas; lava, awanpanas, jatuhan piroklastik dan lontaran batu (pijar), sedangkan bahaya tidak langsung terdiri atas; lahar da…
Dalam rangka melaksanakan kegiatan proyek penyelidikan dan pengamatan Gunungapitahun anggaran 1997//1998 maka telah dilakukan pemetaan kawasan rawan bencana G. Kie Besi di P. Makian, Kabupaten Maluku Utara. Pemetaan kawasan bencana ini dimaksudkan untuk merevisi peta daerah bahaya G. Kie besi menjaid peta kawasan rawan bencana G.Kie Besi sebagai tindak lanjur daripada Kepres. RI.No. 32 tahun 1…
Photo Sebagaimana diketahui bahwa peta daerah bahaya G.Burni Telong yang ada merupakan hasil tinjauan literatur yang bersifat sementara dan belum berdasarkan hasil pengamatan di lapangan (Kusumadinata, 1969). Disamping data tersebut telah lama, perkembangan pemukiman di sekitar gunungapi tersebut saat ini juga cukup pesat, sehingga sudah saatnya peta daerah bahaya gunungapi yang bersifat semen…