Pemetaan topografi puncak G.Marapi Sumatra yang terbaru dilakukan oleh "Pegawai Dinas Gunung Berapi" pada tahun 1951 (peta pemeriksaan Gunung Merapi Sumatra).
Untuk memenuhi kebutuhan Pemetaan Daerah Bahaya Gunungapi penulis beserta Sdr. P. Karnaen, S. Rasyid, A. Karim, E.Sihat dengan Sppå no. 257/P/86 s/d 261/P/86, ditugaskan untuk melakukan pemetaan lanjutan bagian timur G.Galunggung meliputi bagian atas kali Cimampang, Cimala Ciloseh.
Pada tanggal 15 Juni 1982 dengan SPPD No. 719/P/82 dan 720/P/82, sdr. Effendi dan saya ditugaskan oleh Kepala Seksi Pemetaan Topografi, Sub Dit Pemetaan Gunungapi untuk mengada kan pemetaan topografi situasi G. Guntur dan sekitarnya. Tujuan dari pada pemetaan ini pertama-tama karena telah 74 tahun belum diadakan pemetaan situasi puncak yang baru, sedangkan peta lama dibuat pada tahun 1908. Kedu…
Gunung Salak yang letaknya termasuk diwilayah Bogor dan Sukabumi dengan ketinggian + 2211 m dpl, termasuk gunungapi yang masih bekerja. Banyak pengunjung datang kekawah gunung Salak, baik yang datang dari jurusan Bogor maupun dari jurusan Sukabumi
Pengukuran topografi dilakukan sesuai dengan SPPJ No 279/P/81 tanggal 9-5-81 maksudnya untuk menetapkan kedudukan lokasi tilting dengan titik tetap, dimana satuan koordinatnya dengan sistim polyder, lokasi yang diukur di daerah G.Tangkubanparahu Lembang, pekerjaan dilaksanakan antara 9 s/d tanggal 23 Mei 1981.
Situasi puncak G.Merapi dipetakan oleh Sdr. Harto pada tahun 1962. Diduga sampai dengan tahun 1979 sudah banyak perobahan - perobahan topografinya , terutama pada kubah lava bagian barat daya puncak yang berarah ke jurang Kali Batang. Dengan adanya perobahan topografi tersebut, maka situasi puncak G.Merapi perlu diukur kembali untuk membuat peta topografi puncak baru.
Berdasarkan Surat Perintah kerja No. 182/D.37/WK/JT/76, ter tanggal 25 Februari 1976, para petugas Sub Direktorat Volkanologi, Direktorat Geologi, berangkat mendahului satu minggu sebelum surat perjanjian kerja ditanda tangani
Dengan Surat Perintah No. 2357/9/76, tanggal 21 Juni 1976, penulis ditugaskan untuk melakukan pengukuran situasi S. Gremeng. Pengukuran itu dilakukan sepanjang 1k. 15 km dan daerah kanan kiri selebar 250 m dari sungai.
Semenjak letusan tahun 1966 sampai saat ini C. Kelut selalu dimonitor oleh para pakar Vulkanologi dari dalam negri maupun dari luar negri de-ngan menggunakan bermacam-macam metode tergantung pada bidangnya masing-masing. Namun sampai saat ini gunug Kelut belum menunjukan tanda-tanda yang menghawatirkan.
Letusan G.Kelut 10 Februari 1990 telah menimbulkan berbagai kerusakan yang tidak sedikit. Penyebaran material letusannyapun mencakup wilayah yang relatif besar yang relatif cukup luas. Suatu indikasi bahwa letusan ini relatif besar yang diperkirakan dapat menimbulkan perubahan topografi/morphologi pada areal sekitar puncak, sehingga dianggap perlu dilakukan pengukuran topografi dan situasi seki…