Pada tanggal 2/11-1958 kami berangkat ke Djawa Tengah dan Djawa Timur, tugas utamanya adalah untuk melihat keadaan pos - pos pendjagaan gunungapi di Djawa Timur, yang perlu diperbaiki dan dilengkapi. Kecuali dari itu juga perlu diperiksa pesawat Gempa di G. Sawur, di G. Kelut dan di Pos Babadan (Gunung Merapi).
Dalam laporan ini membahas perjalanan ke pos - pos penjagaan gunung api di Jawa Tengah dan Jawa Timur yang terdiri dari : Gunung Kelut, Gunung Semeru, Gunung Lamongan, Gunung Dieng, Gunung Merapi, dan Djrakah.
Untuk memenuhi perintah lisan Wk. Kep. U.G.A (Pak Djathiekusumo) beserta surat tugas no. 164/57 ttg. Bandung 19/2-1957 sebagai susulan, maka pada tgl 20/2-57, penulis mengerjakan pengukuran di halaman pos pengawasan U.G.A di dataran Dieng, yang segera akan dikerjakan perumahannya.
Gunung Merapi merupakan salah satu gunungapi yang paling aktif di Indonesia, maka dilakukan studi kaitan komposisi kimia gas dan emisi gas SO2 dengan aktifitas Gunung Merapi. Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa terdapat kaitan antara komposisi gas dan emisi gas SO2 dengan aktivitas Gunung Merapi.
Penyelidikan G.Raung dan G.Ijen dilakukan secara terpadu antara petrokimia batuan dan kimia gas dan air, serta geofisika dengan metoda seismik dan potensial diri.
Pada tanggal 3 Nopember 1970, penulis diperintahkan oleh Kasi Pengawasan Gn. Api bertugas ke daerah Djawa Timur dengan S.P.P.D. No. 2271/S/1970. Setelah persiapan jang diperlukan selesai pada tgl. 5 Nopember 1970 berangkat kendaraan dinas D. 1571, bersama Sdr. Suparto S. dan Sdr. Tarmani sebagai pengemudi menuju jogjakarta.
G. Iliboleng terletak di Kec. Adonara Timur, P. Adonara, Kabupaten Flores Timur, Propinsi Nusatenggara Timur. Secara geografi G. Iliboleng terletak pada posisi 8º 20,5′ Lintang Selatan dan 123°15,5' Bujur Timur (Gb.1) dengan ketinggian lk. 1659 m di atas permukaan laut. G. Iliboleng digolongkan gunungapi aktif type A. Kegiatan letusannya tercatat lk. 15 kejadian sejak September 1885 sampai …
Berdasarkan hasil pengelompokan data dalam kelas-kelas tertentu, perhitungan dan juga pemetaan yang kemudian di lakukan diskusi, maka dapat diambil kesimpulan bahwa pengelompokan magnitudo menjadi kelas-kelas kurang begitu bagus, karena banyak data yang kosong, sehingga mempengaruhi garis regresi.
Indonesia mempunyai gunung api terbanyak di dunia sekitar 129 buah yang artinya 13% dari seluruh gunung api aktif di dunia. Gunung api di Indonesia tersebar di sepanjang sabuk gunung api Indonesia mulai dari kawasan Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara dan menerus hingga perairan Maluku dan kawasan Sulawesi Utara.
Indonesia memiliki banyak sekali gunung api. Gunung-gunung tersebut berada di sepanjang zona subduksi. Indonesia berada pada zona seismic yang aktif yang menghasilkan gunung-gunung api aktif pula.