Dengan surat perintah Wk.Kepala Pusat Djawatan Geologi di Bandung No. Sw. 80/59 tgl 29/1-1959, penulis disertai Sdr. S.Harto Pengamat Teknik Geologi, diberi tugas oleh Kepala Urusan Vulkanologi untuk menetapkan tingginya permukaan air kawah G.Kelut dari laut dan membuat tracee jalan jeep dari pos Vulkanologi G. Sawur ke jalan umum.
Dengan surat perintah Wk.Kepala Pusat Djawatan Geologi di Bandung No. Sw. 80/59 tgl 29/1-1959, penulis disertai Sdr. S.Harto Pengamat Teknik Geologi, diberi tugas oleh Kepala Urusan Vulkanologi untuk menetapkan tingginya permukaan air kawah G.Kelut dari laut dan membuat tracee jalan jeep dari pos Vulkanologi G. Sawur ke jalan umum.
Pada tanggal 20 April 1959 penulis dan Sdr. Sudarso berangkat dari Bandung - Kediri terus menuju ke G.Kelut pada tanggal 22 April 1959 tiba di G.Kelut.
Kegiatan bekerja dari G. Semeru mulai dari tanggal 4/5-59 sedangkan kegiatan terdapat disekitar sumbat lava di Djonggring Seloko. Letusan - letusan yang dapat disimpulkan dari laporan harian pos Gunung Sawur, adalah letusan dari type stromboli.
Pada tanggal 2/11-1958 kami berangkat ke Djawa Tengah dan Djawa Timur, tugas utamanya adalah untuk melihat keadaan pos - pos pendjagaan gunungapi di Djawa Timur, yang perlu diperbaiki dan dilengkapi. Kecuali dari itu juga perlu diperiksa pesawat Gempa di G. Sawur, di G. Kelut dan di Pos Babadan (Gunung Merapi).
Perjalanan ke G. Merapi (Plawangan - Babadan) dilakukan selama 20 hari terhitung dari tanggal 26 Maret - 14 April 1959.
Menurut berita dari Tasikmalaya, yang diterima oleh Kantor Karesidenan Perianagan pada tanggal 7/4-59, maka G. Galunggung tampak mengeluarkan asap yang lebih tebal dari pada yang sudah - sudah, sedangkan dari jauh mengeluarkan asap.
G.Galunggung sejak tgl 7 April bertambah giat bekerjanya. Kegiatan tsb meliputi keluarnya asap yang lebih tebal daripada yang sudah - sudah dan adanya 7 kelompok fumarola diantaranya ada yang terdapat pada G. Warirang.
Pada tgl 11 Mei 1959 jam 12.50, penulis menerima telpon dari kantor kabupaten Tasikmalaya, yang memberitahukan, bahwa dari gn. Warirang (kompleks gn. Galunggung) terdengar suara gemuruh pada malah hari tgl 10 Mei 1959, mulai jam 22.00 antara 2 jam satu kali lamanya 5 detik. Laporan ini berasal dari kecamatan Tjisajong.
Pada saat melakukan ekspedisi di G.Galunggung, penulis memeriksa sendiri dua buah blowhole yang terletak ditepi sumbat lava 1918 sebelah Barat Laut. Bentuk kedua blowhole adalah lonjong, luasnya masing - masing kurang lebih 50 m2 dan kurang lebih 10 m2 dengan suhunya 25 C' dan 28', yang dapat dilihat di dalam foto, adalah yang terbesar.