Faktor yang ikut menentukan intensitas bencana gunungapi adalah sifat dan tipe letusan gunungapi, sebaran produk letusan, perioda letusan, kepadatan penduduk di sekitar gunungapi serta perkembangan pemukiman dan wisatawan. Berdasarkan data letusan yang telah lampau, produk letusan G. Lewotobi Laki - laki dan Perempuan yang dapat menimbulkan bencana meliputi abu, pasir, dan lapili, bom volkanik,…
Sebelumnya belum ada studi - studi geofisika di komplek G.Ebulobo yang bertujuan untuk mengetahui struktur bagian dalam dari gunungapi tersebut. Untuk memulai mempelajari batas - batas struktur bagian dalam dari tubuh gunungapi tersebut, kami melakukan survey gayaberat di bulan Mei - Juni 1995. Secara kebetulan dalam waktu bersamaan dilakukan juga pengukuran geomagnetik oleh tim lainnya (Palgun…
Dalam tahun anggaran 1991/1992 Direktorat Vulkanologi, Sub Dit Pemetaan Gunungapi, Seksi Penginderaan Jauh telah melaksanakan survey dan penafsiran potret udara (komplek) Gn. Kelimutu, Flores Tengah, NTT berdasarkan pada hasil penafsiran potret udara. Maksud dari survey dan penafsiran potret udara ini untuk mengetahui jenis serta sebaran batuan yang membentuk gunungapi ini, sehingga dapat disus…
Letusan yang tiba -tiba terjadi di deretan pegunungan sebelah selatan Kota Ruteng, yang dikenal dengan nama G.Mandosawu, amat mengejutkan kalangan ilmuwan kegunungapian. Betapa tidak, deretan pegunungan di Flores itu, telah lama diketahui sebagai deretan gunungapi yang mati. Tidak ada suatu gejala gunungapi pun nampak di igir pegunungan yang merentang dari barat ke timur itu. Setidaknya, selama…
Gunungapi Ebulobo di Nusa Tenggara Timur/Flores merupakan salah satu gunungapi yang mendapat perhatian, sehingga tim petrologi/geokimia dikirim untuk melakukan penelitian. Meoda penyelidikan ini dimaksudkan untuk meneropong perilaku perut gunungapi yang telah dan sedang berjalan. Pelaksanaan tugas ini mendapat pembiayaan dari APBN melalui Anggaran Proyek Penyelidikan Gunungapi dan Panasbumi, Ta…
Data visual terhadap tinggi, tebal dan warna asap dikumpulkan sejak Mei hingga September 1992. Tinggi asap kawah umumnya 75 m di atas bibir kawah, tetapi pada Juni dan September mencapai 100 m. Dari pengamatan visual tersebut, terlihat peningkatan aktifitas vulkanik di permukaan terjadi pada Juni dan September 1992.
Pemeriksaan puncak dan pengukuran suhu G. Ebulobo, G.Iya dan G.Kelimutu dilakukan dalam bulan September Oktober 1980. Maksud pemeriksaan tersebut untuk mengetahui/mengikuti perkembangan terakhir kegiatan gunungapi tersebut, kemudian dapat diambil suatu kesimpulan sejauh mana kegiatan terakhir gunungapinya