Pada tanggal 15 juni 1976 penulis dan sudarso ditugaskan ke G. Lokon yang terletak didaerah Minahasa, selama 30 hari dengan S.P.D. No. 2329/s/1976 dan No. 2330/s/1976. Maksud penugasan itu ialah untuk mengadakan pemetaan topografi Kw. Tompoluan (G. Lokon) dan sekitarnya. Alangkah baiknya sebelum pembaca meneliti laporan ini, supaya memebaca dulu laporan Sdr. Kamid B.So bulan Januari 1976 No. 48…
Untuk merealisasikan rencana Seksi Topografi Sub.Dit Pemetaan Gunungapi. Maksud dari penugasan ini ialah untuk melakukan Pemetaan Situasi Puncak/Kawah G. Ebulobo di P. Flores Provinsi Nusa Tenggara Timur, Waktu yang diberikan untuk pekerjaan ini selama 25 hari. Tujuannya untuk mendapaytkan/membuat Peta Situasi Topografi Puncak/Kawah G. Ebulobo yang baru, karena sejak tahun 1952 sampai saat ini …
Proyek Pengamatan Pengawasan merealisasika aksi dan Pemetaan Gunungapi Pemetaan Topografi. Sub kerja Gunungapa tahun anggaran 1993/1994, yakni Topografi Puncak Gunung Kelimutu. rencana Direktorat Pemetaan melakukan Pemetaan Tujuan dari pemetaan topografi mendapatkan peta topograf: situasi puncak pada saat disiplin hal topografi saat puncak adalah untuk guna mengetahui situasi ini, dan akan dipe…
Gunungapi Wolobobo merupakan bagian dari komplek gunungapi Inerie. Lokasi Wolobobo merupakan lapangan Solfatara dan Fumarola yang kalau di teliti lebih lanjut tidak menutup kemungkinan mempunyai potensi panasbumi yang besar. Untuk melakukan penelitian lebih lanjut salah satu kendalanya adalah tidak tersedianya peta topografi skala besar di suatu daerah.
Lapangan Solfatara Sukoria-Mutubusa merupakan bagian dari komplek Kaldera Sukoria. Lokasi ini merupakan lapangan Solfatara dan Fumarola yang kalau di teliti lebih lanjut tidak menutup kemungkinan mempunyai potensi panasbumi yang besar. Untuk melakukan penelitian lebih lanjut salah satu kendalanya adalah tidak tersedianya peta topografi sklabesar di suatu lokasi penelitian.
G. Merapi merupakan salah satu gunungapi paling aktif di dunia, mempunyai periode letusannya berkisar antara 2-7 tahun. Letusan G. Merapi ditandai dengan proses pembentukan kubah lava dan terkadang juga adanya penghancuran sebagian kubah lava lama. Longsoran kubah lava aktif tersebut menimbulkan aliran piroklastik atau awan panas.
Berdasarkan pada rencana kerja Direktorat Vulkanologi, Sub Dit Pemetaan Gunungapi, Seksi Pemetaan Topografi Tahun Anggaran 1999-2000, maka salah satu rencana kerja adalah melakukan pemetaan topografi Gunungapi Tangkoko (Gunung Batu Angus) Propinsi Sulawesi Utara. Maksud dari Pemetaan Topografi ini adalah melakukan kegiatan pengukuran situasi topografi di sekitar puncak yang disertai dengan pen…
Gunung Boleng (Ileboleng) telah dipetakan puncaknya oleh Reksowirogo th 1972 yang meliputi kawah utama dan sebagian puncak bagian selatan, Reksowirogo th 1976 juga memetakan tubuh G. Ileboleng dan kampung - kampung sekitarnya dengan skala 1 : 20.000. Vegetasi tutupan sekitarnya didominasi oleh padang rumput. Pada pengukuran topografi situasi puncak (1988), keadaan kawah ileboleng, secara visua…
Seksi Pemetaan Topografi, Sub. Direktorat Pemetaan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi melalui Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi dalam tahun anggaran 1996/1997 merencanakan kegiatan Pemetaan Situasi Topografi Puncak/Kawah Gunung Tambora di Pulau Sumbawa.
Maksud dan tujuan pemetaan adalah mendapatkan/membuat Peta Situasi Topografi Puncak/Kawah gunung Agung yang baru, guna mengetahui bentuk topografi dan situasi disekitar puncak/kawah sehingga dapat menunjang berbagai disiplin ilmu (khususnya dilingkungan Direktorat Vulkanologi) dalam rangka penelitian kegiatan gunung tersebut.