Pemetaan kawasan rawan bencana gunungapi Sukaria dilakukan dalam rangka pelaksanaan Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi, pada Pelita VI Tahun Anggaran 1998/1999 tahun ke 5. Pemetaan ini dilakukan oleh Seksi Pemetaan Daerah Bahaya, Sub Direktorat Pemetaan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi. Team pemeta terdiri atas Rudy D. Hadisantono, M.S. Santoso dan A.D. Sumpena dengan SPPD no. 219/04…
Maksud dari pemetaan geologi gunungapi lereboleng ini untuk menunjang Pelaksanaan Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi yang dilaksanakan oleh staf seksi Pemetaan Geologi Gunungapi, Sub. Dit. Pemetaan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi pada tahun anggaran 1998/1999 dengan cara melakukan Pemetaan Geologi Gunungapi Lereboleng mencakup morfologi, struktur geologi, stratigrafi serta evolusinya.
Maksud kegiatan ini sebagai realisasi dari Proyek Pengembangan Pertambangan dan Energi NTB dan NTT sesuai dengan tugas dan fungsi Kanwil, untuk itu maka perlu dilakukan pemantauan untuk mengetahui antara lain sejauh mana penerapan Daerah Bahaya Gunungapi (Kawasan Rawan Bencana Gunungapi), kaitannya dengan pengembangan lingkungan pembangunan di sekitar gunungapi.
G. Rokatenda terakhir meletus tahun 1985, hal ini menunjukkan bahwa gunungapi ini tetap aktif yang ditunjukkan dengan adanya aktivitas fumarol dan solfatar, sehingga perlu diwaspadai karena bentuk dan posisinya yang dikelilingi oleh perkampungan dengan jumlah penduduknya mencapai 10.609 jiwa. Sebagian besar penduduk tersebut umumnya sulit atau keberatan untuk dipindahkan dengan alasan disamping…
Gunung Boleng (Ileboleng) telah dipetakan puncaknya oleh Reksowirogo th 1972 yang meliputi kawah utama dan sebagian puncak bagian selatan, Reksowirogo th 1976 juga memetakan tubuh G. Ileboleng dan kampung - kampung sekitarnya dengan skala 1 : 20.000. Vegetasi tutupan sekitarnya didominasi oleh padang rumput. Pada pengukuran topografi situasi puncak (1988), keadaan kawah ileboleng, secara visua…
G. Api Tambora terletak di pulau Sumbawa Nusa Tenggara Barat. Tubuhnya menempati hampir seluruh semenanjung Sanggar. G. Api ini termasuk gunungapi tipe A. Erupsi yang terkenal terjadi tahun 1815 yang mengakibatkan korban tewas sejumlah 92.000 orang, dimana 10.000 orang meninggal akibat langsung dari letusan dan selebihnya karena penyakit dan kelaparan selama bencana berlangsung.
Seismograf di G. Egon sejak dipasang pada Mei 1995 beroperasi dengan baik, tetapi sejak Januari 1996 hingga awal Mei mengalami kerusakan sehingga data yang diperlukan hilang, setelah dilakukan perbaikan pada Mei 1996, seismograf berfungsi kembali dengan baik. Rekaman gempa di G. Egon umumnya didominasi oleh gempa tektonik jauh yang rata - rata tiap bulannya merekam sebanyak lebih dari 100 kejad…
The main poducts of the gigantic Tambora Volcano (Sumbawa island, Indonesia) eruption were geologically pyroclastic deposits containing 67.5 cubic kilometers in magmatic material volume. The eruption had a counted release energy of 8.4 x 10 (26) erg causing 92,000 people killed. At Tambora area, the deposits are dominated by pyoclastic flow comparing to the pyroclatic airfall deposits with the …
G. Anak Ranakah merupakan gunungapi yang keberadaannya tidak diduga, karena muncul dari gunungapi tua yang tidak aktif ribuan tahun, serta terdapat diantara dua bukit yaitu Pocok Ranakah dan Pocok Mandasawu. Pengamatan visual dilakukan dari Pos Pengamatan Gunungapi di Kampung Poka. Pemeriksaan puncak yang dilakukan pada 26 Juli 1997 dimaksudkan untuk mengetahui perubahan - perubahan yang terjad…
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi geologi dan evolusi pembentukan gunungapi Egon dengan menggunakan berbagai data yang menunjang, baik berupa pengamatan geologi langsung (lapangan), data pengamatan tak langsung (foto udara) serta ditunjang dengan analisis laboratorium. Dari berbagai data yang telah kami dapatkan dapat diketahui penyebaran batuan, stratigrafi, struktur geolog…