Dalam rangka melaksanakan tugas dari Pemimpin Proyek Mitigasi Bencana Alam Geologi maka laporan ini dimaksudkan sebagai suatu usaha mitigasi terhadap kemungkinan bencana yang dapat terjadi pada waktu mendatang karena terjadinya kegiatan/letusan G. Karangetang. Tujuan penyelidikan ini adalah untuk mengevaluasi kegiatan dan bahaya G. Karangetang yang mengancam penduduk di sekelilingnya termasuk h…
G. Ambang secara administratif termasuk kedalam wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow, Propinsi Sulawesi Utara. Secara geografis terletak pada posisi koordinat 0° 44'30" Lintang Utara dan 124°24'30" Bujur Timur, dengan ketinggian 1689 m di atas permukaan laut. Puncaknya ditandai oleh titik triangulasi P.No.49. G. Ambang termasuk salah satu gunung api tipe strato yang diragukan Tipe A-nya oleh b…
1 Juli 1988 telah diberangkatkan Tim Pemetaan Daerah Bahaya Minates Gunung api ke Kabupaten Provinsi Sulawesi Utara oleh Pemimpin Proyek Pengantan/Pengawasan dan Pemetaan Gunung api. Tim terdiri dari, Samud Wikartadipura, Suharto, Sunardjo dan Suparno. Tim ini diberi tugas untuk melakukan pemeriksaan/penelitian kawah dan pemetaan daerah bahaya Gunung Lokon. Sebenarnya peta daerah bahaya gunung …
G. Ruang yang terletak di sebelah barat daya Pulau Tagulandang (2 km) pada posisi geografis 2017 LU dan 125°5' BT, adalah salah satu gunung api aktif di Indonesia dengan ketinggian 714 m di atas muka laut. Gunung api ini telah dikenal sejak tahun 1603, namun peningkatan kegiatan baru diketahui pertama terjadi tahun 1808. Sedangkan letusan yang terjadi pada 1949 merupakan peningkatan kegiatan k…
G. Lokon secara administratif berada dalam wilayah Kecamatan Tomohon, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara, berada kurang lebih 20 KM sebelah selatan Manado dan dapat dicapai dengan kendaraan roda empat selama ± 30 menit dan terletak 10 KM sebelah barat laut Tondano, Ibu Kota Kabupaten Minahasa. Secara geografis berada pada 1°21,5' Lintang Utara dan 124°47,5' Bujur Timur. Dimasa lalu…
Kawah Tompaluan posisinya berada diantara puncak Lokon dan puncak Empung, yang dikenal dengan nama kawah Lokon. Kawah ini pernah dipetakan pada 1976 oleh penulis tahun 1976 oleh penulis dan Sdr. Soedarso S., meliputi sekitar daerah puncak dan kawah. Sehubungan dengan telah terjadi kegiatan-kegiatan pada akhir-akhir ini maka untuk mengetahui perubahan-perubahan keadaan topografi, dilakukan api p…
Pada 3 Januari 1990 telah diberangkatkan satu tim pemetaan gunungapi ke G.Awu, P. Sangir Besar, Kabupaten daerah bahaya Sangir Talaud, Propinsi Sulawesi Utara. Regu pemeta terdiri dari dua orang petugas yaitu S.Dirasutisna (No.SPPD 941/0441/3402/89) dan A.Martono (No-SPPD 942/0441/3402/89). Pekerjaan lapangan dilaksanakan selama 50 (lima puluh) hari termasuk perjalanan selama 6 hari.
Penyelidikan ini dimaksudkan untuk menghasilkan geologi gunung api, sebagai bahan dasar Vulkanologi untuk penyelidikan selanjutnya. Tujuan penyelidikan adalah pembentukan seperti gunungapi untuk mengetahui SIAU evolusi dilihat dari berbagai aspek geologi, stratigrafi gunung api, struktur geologi, dan lain-lainnya. Gunung Awu terletak di ujung barat laut P. Sangir Besar, ketinggian puncaknya kur…
Komplek Lokon merupakan Gunungapi Tipe A berbentuk strato terdiri dari dua puncak, yaitu G. Lokon dan G. Empung, masing-masing Puncak tertinggi G. Lokon yaitu 1580 m dml, sedangkan pucak G. Empung berketinggian 1340 dml. Pada punggungan (sadel) antara G. Lokon dan G. Empung terdapat kawah Tompaluan (1210 m dml) yang merupakan kawah paling aktif dan pusat vulkanisme Gunungapi Lokon saat ini. Dil…
G. Awu adalah salah satu gunung api aktif di Indonesia, terletak di P. Sangir Besar, Kabupaten Sangihe Talaud, Provinsi Sulawesi Utara, pada posisi geografis 3°40' Lintang Utara dan 125°30! Bujur Timur (Kammerling, 1923, gb.II). Gunung api ini bertipe strato dengan danau kawah dan mempunyai ketinggian 1320 m di atas muka laut. Letusan terakhir tercatat pada 12 Agustus 1966 dengan membawa korb…