Eksplorasi minyak dan gas bumi (migas) di era digital
menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Data geologi, geofisika, geokimia,
serta rekam jejak eksplorasi migas Indonesia tersebar di berbagai institusi,
tersimpan dalam format yang beragam, dan belum sepenuhnya terintegrasi. Kondisi
ini membuat pemanfaatan data secara cepat dan terpadu kurang optimal, padahal
kegiatan eksplorasi migas memiliki risiko teknis dan biaya investasi yang
sangat tinggi. Pada tahap awal eksplorasi, pengambilan keputusan memerlukan
dukungan data yang andal, valid, terstandar, dan mudah diakses. Dalam konteks
inilah GeoMigas hadir sebagai solusi layanan informasi cekungan sedimen
berbasis digital yang mengedepankan integrasi data dan pendekatan sains
kebumian.
GeoMigas merupakan aplikasi web yang dikembangkan oleh Pusat
Survei Geologi, Badan Geologi, Kementerian ESDM untuk menyediakan informasi
spasial cekungan sedimen migas Indonesia. Platform ini menyajikan peta
cekungan sedimen nasional, tingkat kematangan eksplorasi cekungan, informasi
sistem petroleum, serta Basin Catalogue dalam satu sistem berbasis peta
digital. Berbeda dengan pengelolaan data konvensional yang terpisah dan manual,
GeoMigas mengintegrasikan hasil interpretasi geologi dan geofisika ke dalam
informasi tematik yang siap pakai. Dengan demikian, GeoMigas tidak hanya
berfungsi sebagai arsip data, tetapi sebagai fondasi awal untuk menyeleksi
wilayah prospektif sebelum dilakukan survei eksplorasi yang lebih detail dan
mahal.
Dalam tahapan eksplorasi, GeoMigas berperan penting untuk
mempercepat proses evaluasi dan mengurangi ketidakpastian (exploration
uncertainty). Sistem ini memungkinkan screening cekungan secara
nasional, klasifikasi tingkat kematangan eksplorasi, serta identifikasi prospek
awal secara lebih sistematis. Fitur Peta Digital, Basin Catalogue, dan Petroleum
System Chart membantu pengguna memahami elemen petroleum system secara
komprehensif sejak tahap awal, sehingga kegiatan eksplorasi menjadi lebih
efisien dan tepat sasaran.
GeoMigas juga berfungsi sebagai integrator hasil interpretasi
dari berbagai sumber, seperti data seismik, data sumur, serta analisis
laboratorium, bukan sebagai penyimpan data mentah. Pendekatan ini sejalan
dengan tren digitalisasi industri migas global melalui pemanfaatan GIS,
interoperabilitas data, serta prinsip standardisasi metadata dan big
data analytics.
Meskipun demikian, pengembangan GeoMigas masih menghadapi sejumlah
tantangan, antara lain peningkatan kualitas dan konsistensi data, kebutuhan
pembaruan berkala, ketersediaan sumber daya manusia, serta tata kelola data
yang berkelanjutan.
Sebagai unit teknis di bawah Badan Geologi, Pusat Survei
Geologi memiliki mandat untuk melaksanakan penyelidikan, pemetaan, serta
penyediaan data dan informasi geologi dasar, termasuk potensi sumber daya migas
nasional. Pengembangan GeoMigas merupakan bagian dari transformasi digital
layanan kebumian untuk mendukung pengambilan kebijakan sektor energi. Melalui
GeoMigas, Pusat Survei Geologi berperan sebagai penyedia informasi cekungan
sedimen yang kredibel, terstandar, dan mudah diakses baik oleh pemerintah,
industri, maupun akademisi. Platform ini diharapkan menjadi hub data
kebumian migas nasional yang mendorong kolaborasi, meningkatkan transparansi
informasi, serta memperkuat perencanaan eksplorasi berbasis sains.
Dengan tersedianya informasi yang terintegrasi dan mudah diakses, kegiatan eksplorasi migas dapat dilakukan secara lebih efisien, risiko dapat ditekan, dan daya tarik investasi meningkat. Pada akhirnya, kehadiran GeoMigas sangat berkontribusi dalam mendukung ketahanan energi dan kedaulatan data kebumian Indonesia.
Penulis : Muhammad
Fahmi Firmansah dan Asep Rohiman
Penyunting : Tim Scientific Board - PSG
Tampilan GeoMigas