Butiran serbuk sari yang ukurannya sangat kecil ternyata mampu menyimpan berbagai informasi penting tentang alam dan kehidupan manusia. Mulai dari mengungkap keaslian madu, penyebab alergi, analisis forensik, hingga penelitian tentang gempa bumi, penurunan tanah, sejarah Danau Borobudur, sampai eksplorasi minyak bumi, semuanya dapat ditelusuri melalui kajian serbuk sari.
Topik tersebut menjadi fokus pembahasan dalam Geoseminar 2026 Volume I bertajuk “Cerita Serbuk Sari” yang diselenggarakan oleh Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) pada Kamis, 12 Maret 2026.
Kegiatan yang digelar secara daring melalui live streaming YouTube Badan Geologi dan Zoom Meeting ini menghadirkan diskusi ilmiah mengenai bagaimana serbuk sari dapat digunakan untuk mengungkap berbagai fenomena alam dan sosial. Mulai dari isu madu palsu, alergi, analisis forensik, hingga penelitian terkait ritual pemakaman, gempa bumi, penurunan muka tanah (subsiden), sejarah Danau Borobudur, sampai eksplorasi minyak bumi.
Geoseminar ini dibuka oleh Kepala Pusat Survei Geologi, Edy Slameto S.T., M.T., M.Sc. Dalam sambutannya, kegiatan tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan masyarakat mengenai peran ilmu geologi dalam mengungkap berbagai informasi tersembunyi dari alam. Melalui pendekatan ilmiah, hal-hal yang tampak sederhana seperti serbuk sari dapat menjadi sumber data penting untuk memahami perubahan lingkungan hingga sejarah geologi suatu wilayah.
Diskusi dalam seminar ini menghadirkan dua narasumber yaitu Dra. Woro Sri Sukapti, M.Sc. dari Badan Geologi KESDM dan Dr. Eko Yulianto dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Sementara itu, jalannya diskusi dipandu oleh moderator Drs. Johannes Bosco Januar Herry Setiawan, M.T. dari Badan Geologi KESDM.
Melalui kegiatan ini, peserta diajak melihat bagaimana butiran serbuk sari yang sangat kecil dapat menyimpan informasi penting mengenai perubahan alam dari masa ke masa. Analisis serbuk sari atau palinologi menjadi salah satu metode ilmiah yang mampu membantu para peneliti memahami sejarah lingkungan, aktivitas manusia di masa lalu, hingga potensi sumber daya alam.
Geoseminar 2026 Volume I ini juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk memperoleh e-sertifikat dengan mengikuti acara hingga selesai. Dengan mengangkat tema yang unik dan jarang dibahas secara luas, seminar ini diharapkan dapat meningkatkan ketertarikan masyarakat terhadap ilmu geologi serta membuka wawasan baru mengenai bagaimana alam menyimpan berbagai cerita melalui jejak-jejak kecil yang seringkali luput dari perhatian.
====================