Sinergi dalam Mencapai Kepuasan Layanan Museum Geologi

Lembang, 2 Desember 2025. Museum Geologi kembali menyelenggarakan Forum Konsultasi Publik (FKP) pada Selasa (2/12) di Balai Besar Perluasan Kesempatan Kerja (BBPKK), Lembang Kabupaten Bandung Barat. Tema yang diangkat kali ini adalah “Sinergi Pemangku Kepentingan Dalam Mendukung Pencapaian Kepuasan Layanan Museum Geologi“.   

Dalam acara ini hadir para pemangku kepentingan Museum Geologi, antara lain Pembina dan pengelola pelayanan publik pada internal KESDM, Perwakilan Forkompicam Cibeunying Kaler, Dinas Instansi terkait dari Provinsi Jawa Barat, Perwakilan Perguruan Tinggi yang memiliki kerjasama dengan Museum Geologi, MGMP (Geografi, Sejarah dan IPS) se-Jawa Barat, Komunitas yang pernah bekerja sama dengan Museum Geologi dan pemangku kepentingan lainnya.   

FKP 2025 ini merupakan ketiga kalinya diselenggarakan oleh Museum Geologi. Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi ketentuan undang-undang nomor 25 tahun 2009 tentang pelayanan publik, yang mengamanatkan setiap penyelenggara layanan publik untuk menyediakan ruang partisipatif dalam rangka peningkatan kualitas layanan. Yusep Wahyudin, S.Pd., M.Hum. selaku Ketua Panita Penyelenggara berharap melalui penyelenggaraan forum ini, dapat menghimpun masukan yang objektif, konstruktif, dan komprehensif, yang menjadi dasar dalam perbaikan dan penguatan layanan Museum Geologi. “partisipasi aktif dari para peserta sangat diharapkan demi terwujudnya pelayanan publik yang lebih berkualitas, inklusif, dan sesuai kebutuhan masyarakat”, ucap Yusep dalam laporannya.   

Sejalan dengan pernyataan Ketua Pelaksana, Kepala Museum Geologi, Raden Isnu Hajar Sulistyawan, S.T.,M.T. pun menyatakan bahwa FKP ini merupakan bentuk tanggung jawab Museum Geologi dalam memberikan pelayanan publik yang prima kepada masyarakat dan sebagai ruang untuk menjaring saran dan kritik demi kemajuan dan perkembangan Museum Geologi. “hal-hal yang telah dicapai Museum Geologi saat ini tidak lepas dari masukan dan partisipasi dari Bapak/Ibu sekalian, baik secara instansi maupun individu”, ujar Isnu.  

FKP 2025 yang diselenggarakan oleh Museum Geologi ini menghadirkan beberapa narasumber yang memberikan insight bagi para peserta dan untuk Museum Geologi sendiri. Para narasumber tersebut adalah Noviana Andrina, S.H.,MAP. seorang Analis Kebijakan Utama dari Kementerian PAN RB; Sartika Dewi, S.H., M.Tr.A.P,C.I.A. selaku Kepala Keasistenan Pemeriksa Laporan Masyarakat dari Ombudsman RI Provinsi Jawa Barat; Yayah Sumiyati, S.IP., M.Si. selaku Kepala Bidang Kepariwisataan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung; dan Andhy Darmeidi Sipayung, S.T.,M.T. seorang Penyelidik Bumi Ahli Madya dari Museum Geologi, Badan Geologi.   

Setelah melalui proses pemaparan narasumber dan diskusi serta tanya jawab dari beberapa pemangku kepentingan, maka dihasilkan beberapa point sebagai rekomendasi FKP 2025 yang akan ditindaklanjuti dan diwujudkan oleh Museum Geologi dalam kurun waktu tertentu. Rekomendasi tersebut kemudian dituliskan dalam dokumen Berita Acara serta ditandatangani oleh Museum Geologi dan perwakilan pemangku kepentingan. Dokumen tersebut nantinya akan menjadi landasan hukum dan acuan kerja Museum Geologi ke depannya.    


Mudah-mudahan dengan Forum Konsultasi Publik ini semakin memperkuat partisipasi publik, meningkatkan transparansi proses, serta memastikan bahwa standar pelayanan yang ditetapkan Museum Geologi benar-benar relevan, responsif, dan dapat diimplementasikan secara berkelanjutan.   Museum Geologi! Smart Museum, Smart People, Smart Nation.  

Penulis: Anita Kusumayati, S.I.Kom

Ikuti Berita Kami