Dalam rangka penelitian deformasi di G. Papandayan ini, maka telah di buat 12 titik ukur di sekitar kawah dan tubuh gunung bagian timur dan timur laut. Pembuatan titik ukur ini dimaksudkan sebagai titik tetap baik untuk reflektor maupun instrumen dalam melakukan pengukuran EDM dan Leveling guna mengetahui deformasi yang terjadi baik di sekitar kawah maupun di sekitar gunungapi itu sendiri.
Pada tahun anggaran 1993/1994 Proyek Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi, telah menugaskan satu tim deformasi ke gunung Guntur dan gunung Ciremai untuk melakukan pengukuran deformasi dengan metoda ungkit kering (dry tilt) dengan metoda "EDM" (Electro-Optical Distance Measurements). Tugas tersebut dilaksanakan selama 34 hari, yaitu dari tanggal 24 April sampai dengan 27 Mei 1993.
Pada tanggal 25 Oktober 1988 sampai dengan 18 Nopember 1988, Sdr. Effendi, Sdr. M. SL. Tobing, Sdr. Nanang Rahardjo dan penulis dengan SPD No. 1359/P/88 melakukan Pengukuran Deformasi Ulang ke Gunung Galunggung, disertai Ka di Topografi dan Pengukuran Deformasi.