Penyelidikan deformasi G. Semeru dilakukan untuk mengetahui gambaran tentang adanya suatu aktivitas suatu gunungapi yang menimbulkan perubahan bentuk tubuh gunungapi dan perkembangan deformasinya juga untuk melengkapi titik - titik ukur yang telah ada sebelumnya di Argosuko agar pemantauan menjadi lebih efisien.
Dalam rangka penelitian deformasi di G. Papandayan ini, maka telah di buat 12 titik ukur di sekitar kawah dan tubuh gunung bagian timur dan timur laut. Pembuatan titik ukur ini dimaksudkan sebagai titik tetap baik untuk reflektor maupun instrumen dalam melakukan pengukuran EDM dan Leveling guna mengetahui deformasi yang terjadi baik di sekitar kawah maupun di sekitar gunungapi itu sendiri.
Penyelidikan deformasi G.Guntur dilakukan selama kurang lebih 1 bulan pada bulan Mei 1994, meliputi penyelidikan pembangunan titik ukur (bench mark), levelling/dry tilt, global positioning system, electronic distance measurement (edm), dan seismisitas G.Guntur.
Penulisan seri buku yang berjudul “Erupsi G. Kelud 2007” bertujuan untuk memberikan Gambaran tentang proses naiknya magma ke permukaan yang dipantau melalui beberapa metoda pemantauan antara lain metoda avisual, kegempaan, deformasi, dan kimia. Melalui data-data yang sudah diolah oleh para ahli Vulkanologi di Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menghasilkan suatu informasi yang s…