Masa depan Indonesia akan didasarkan pada apa yang kita, manusia Indonesia lakukan dan amalkan saat ini. Cara pikir, berkomunikasi dan respon kita pandangan para profesional, ilmu dari para pengajar, pendidik,pemimpin dan siapa saja yang berpengaruh akan membentuk mentalitas dan daya tahan generasi mendatang.
Secara regional Kampung Citeureup dan Kampung Bojot terletak di lereng selatan kompleks pebukitan G. Sangiang, dengan ketinggian wilayah kurang dari 650 m di atas pemukaan laut. Pada lereng tersebut mengalir S. Cinangka yang memisahkan Kampung Citeureup di bagian barat dan Kampung Bojot di bagian timur. Kemiringan lereng sekitar daerah tersebut berkisar antara 25 - 40 derajat.
Sebagai gunungapi paling aktif di indonesia bahkan di dunia, G. Merapi telah banyak menarik banyak ilmuwan kebumian pada umumnya dan kegunungapian pada khususnya untuk mempelajari berbagai aspek tentang gunungapi tersebut. G.Merapi juga merupakan laboratorium alam kegunungapian dan salah satu Pos Pengamatan Gunungapi yang mempunyai peralatan monitoring paling lengkap di Indonesia.
Metoda penyelidikan petrokimia Gunungapi Ranakah dimaksud untuk : a) Pemantauan garis keturunan magmatik; b) Menelaah perubahan geokimia batuan; c) Mencoba mengetahui sampai sejauh mana peran "subducted slab", "mantle wedge", dan "crustal" dalam pembentukan lava dan sekaligus membuat model genesis magma; (d) Mencari persamaan dan perbedaan kimia batuan lava dari seri komposisi yang sama dan die…
Buku ini merupakan publikasi hasil kerja sama antara para ahli dari berbagai satuan kerja di lingkungan Badan geologi, tim editor, dan anggota masyarakat yang menaruh minat pada ihwal kebumian. Isinya menampilkan foto-foto hasil dokumentasi ahli geologi dan peminat kebumian disertai penjelasan singkat.
Tujuan pemetaan geologi gunungapi kompleks Mandosawu - Ranaka adalah untuk mengetahui keadaan geologinya, antara lain: jenis batuan, sebaran batuan, urutan stratigrafy (umur geologi), struktur geologi, sejarah erupsi, dan lain sebagainya. Hal ini perlu untuk mengetahui sejarah kegunungapian kompleks ini dan untuk menunjang pembuatan peta daerah bahaya gunungapi kompleks ini.
Dalam pelita ke IV tahun ke-3 (1987/1988), bagian Proyek Pengamatan/Pengawasan Gunungapi dan Penyuluhan Vulkanologi, Sub. Direktorat Pemetaan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi, telah melakukan pemetaan geologi G. Lawu. Proyek pemetaan ini dibiayaioleh ADB (Asian Development Bank - Bank Pembangunan Asia).
Penelitian metoda potensial diri (SP) yang dilakukan di gunung Slamet sesuai dengan rencana anggara Proyek Penyelidikan Gunungapi dan Panasbumi, Seksi Vulkano Fisika, Sub.Dit. Analisa Gunungapi, Dit. Vulkanologi, tahun anggaran 1989/1990.
Dengan mempelajari ilmu geofisika maka dapat mempelajari bumi baik di atas maupun di bawah permukaan bumi, salah satunya adalah mempelajari gunungapi yang ada di permukaan bumi.