Maksud dari pekerdjaan ini ialah untuk mengadakan penelitian dan pemetaan daerah bahaja G. Tambora. Gunung ini terletak didjazirah Sanggar F. Sumbawa, pada garis lintang selatan 8º 15 dan garis budjur timur 118°. Tiga perempat atau seluas 1400 km² dari djazirah Sanggar dibangun oleh gunungapi ini. Sisanja, bagian tenggara dari djazirah ini ditutupi oleh gunungapi jang sudah lama padam jaitu …
Berhubung biaja Repelita tahun I masih ada, maka setelah menjelesaikan sasaran pekerdjaan tahun 1969, sisa tersebut dimanfaatkan untuk melandjutkan pemetaan2 daerah bahaja 3 buah gunung2 api di Djawa dan Bali. Diantaranja penulis ditugaskan ke Bali untuk melakukan pekerdjaan tsb. di G. Batur. Disamping itu sebelumnja djuga telah diterima berita dari para petugas Volkanologi jang se-dang melakuk…
Sub Direktorat Pemetaan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi telah melakukan Pemetaan Daerah Bahaya G. Anak Ranakah. Pemetaan tersebut dilakukan bulan Juli 1988 dan merupakan penelitian ulang dan pemetaan lanjutan bulan Januari 1988 yang dipetakan oleh Ato Djuhara Wirasaputra. G. Anak Ranakah di komplek G. Mandasawu, termasuk kedalam wilayah Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur. Pendud…
Tujuan pemetaan daerah bahaya G. Batur adalah untuk mempersiapkan suatu peta daerah bahaya suatu gunungapi yang mempunyai masa istirahat antara 1 sampai 30 tahun (jangka menengah). Pada 1970, G.Batur telah dipetakan oleh S.Hamidi dkk yang menghasilkan satu peta daerah bahaya setelah terjadi kegiatan letusan paroksimal 1963. Metode penelitian yang dilaksanakan selama pekerjaan ini dilaksanakan a…
S. Bronto dkk (1990), melakukan pemetaan Daerah Bahaya G.Krakatau untuk menyusun Peta Daerah Bahaya Tsunami. Memang, antara letusan besar yang satu ke letusan besar berikutnya dari suatu gunungapi biasanya berjarak waktu sangat panjang (ratusan sampai ribuan tahun). Namun demikian karena G. Krakatau saat ini sudah lebih dari 100 tahun sejak letusan dahsyatnya pada tahun 1883, dan G.Anak …
S. Bronto dkk (1990), melakukan pemetaan Daerah Bahaya G.Krakatau untuk menyusun Peta Daerah Bahaya Tsunami. Memang, antara letusan besar yang satu ke letusan besar berikutnya dari suatu gunungapi biasanya berjarak waktu sangat panjang (ratusan sampai ribuan tahun). Namun demikian karena G.Krakatau saat ini sudah lebih dari 100 tahun sejak letusan dahsyatnya pada tahun 1883, dan G.Anak Krakata…
Maksud dari pekerjaan ini ialah untuk mengadakan pemeriksaan puncak dan pemetaan daerah bahaya Gunung Dempo sesuai dengan rencana dalam Pelita I tahun ke III. Daerah bahaya sementara G.Dempo telah dibuat hanya berdasarkan peta dan pustaka oleh seorang pensiunan pegawai vulkanologi dibantu oleh juru ukur.
Tanggal 16 Oktober, A. Roohanan, Sadjiman dan penulis dengan SPD No. 4255/S/75, 4254/S/75 ditugaskan ke G. peuet sague di daerah Aceh. Maksudnya ialah untuk melakukan pemeriksaan puncaknya, sehubungan dengan berita SSB yang disamapikan Drs. juliar Thaib yang memimpin survei Geologi terintegrasi di daerah tersebut.
Tanggal 31 Maret, Ato Djuhara dan penulis dari Seksi PETAPI ditugaskan ke G. Marapi, Sumatra Barat. Maksudnya ialah untuk mengumpulkan data - data letusan, melakukan pemriksaan puncaknya, mmebuat penampang - penampang melintang dari beberapa sungai yang berhulu di daerah puncak (yang memungkinkan bisa dilalui oleh lahar hujan). Pekerjaan dapat diselesaikan tanggal 14 April karena beberapa sunga…
Pada 31 Maret, Ato Djuhara dan penulis dari seked PETAPI dengan SPD No. 842/S/1975, ditugaskan ke G. Merapi, Sumatera Barat. Maksudnya untuk mengumpulkan data letusan, melakukan pemeriksaan di puncaknya; dan membuat penumpang melintang beberapa sungai yang berhulu di daerah puncak, yang mungkin bisa dilalui oleh lahar hujan.