Secara administrative, kompleks ini masuk ke dalam wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo. Dataran tinggi ini dapat dicapai dari dua arah, yaitu dari Kota Banjarnegara dengan waktu tempuh sekitar dua jam dan dari Wonosobo dengan waktu tempuh sekitara satu jam berkendara. Tercatat hingga saat ini terjadi setidaknya 15 kali letusan di Dataran Tinggi Dieng.
Gunungapi Galunggung adalah gunungapi aktif tipe A yang terletak di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Gunungapi ini termasuk gunung yang jarang meletus. Namun letusan tahun 1982 mengejutkan semua orang bahwa gunungapi yang disangka tidur panjang akhirnya melepas energinya dalam bentuk letusan besar dan berlangsung lama.
Gunung Kelud (1731 m dpl) yang terletak di atas dataran tinggi Kediri, merupakan salah satu gunungapi strtao aktif Tipe A yang berada di wilayah paday penduduk. G. Kelud termasuk dalam tiga wilayah administratif yaitu Kabupaten Kediri, Blitar, dan Malang, Provinsi Jawa Timur. Menurut catatan sejarah kegiatannya, erupsi G. Kelud telah menimbulkan banyak korban manusia dan harta benda.
Gunungapi diartikan sebagai suatu bentuk timbunan dari muka bumi, pada umumnya berupa suatu kerucut raksasa, kerucut terpancung, kubah, atau bukit yang diakibatkan oleh penerobosan magma ke muka bumi. Indonesia memiliki banyak gunungapi aktif, yang jumlahnya mencapai 129 buah atau lebih kurang 13% seluruh gunungapi di dunia.
Secara administratif Komplek Kaldera ijen terletak pada tiga kabupaten di Jawa Timur yaitu Kabupaten Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi. G. Ijen adalah salah satu gunungapi aktif tipe A dari 129 gunungpi aktif di Indonesia yang terdapat di komplek ini. Gunungapi ini sangat terkenal di dunia karena mempunyai danau kawah yang dalam (200 M).
Gunungapi diartikan sebagai suatu bentuk timbunan dari muka bumi, pada umumnya berupa suatu kerucut raksasa, kerucut terpancung, kubah, atau bukit yang diakibatkan oleh penerobosan magma ke muka bumi. Berdasarkan penelitian para ahli, diketahui bahwa gunungapi tersebut terbentuk karena proses pertumbuhan kerak bumi yang disebut lempeng tektonik.
Gunungapi diartikan sebagai suatu bentuk timbunan dari muka bumi, pada umumnya berupa suatu kerucut raksasa, kerucut terpancung, kubah, atau bukti yang diakibatkan oleh penerobosan magma ke muka bumi. Berdasarkan penelitian para ahli, diketahui bahwa gunungapi tersebut terbentuk karena proses pertumbuhan kerak bumi yang disebut lempeng tektonik.
Kegiatan pengumpulan bahan informasi G. Ebulobo ini dilakukan dari tanggal 24 Mei 1998 sampai dengan 5 Juni 1998. Pengadaan bahan informasi yang meliputi pengamatan dan pendataan kependudukan di dalam Daerah Bahaya (Kawasan Rawan Bencana II) dan Daerah Waspada (Kawasan Rawan Bencana I) G. Ebulobo dan sekitarnya, dengan cara melakukan pendataan/pengecekan langsung ke lapangan.
Pengumpulan data ditujukan untuk mengetahui perkembangan akhir aktivitas gunungapi tersebut maupun perkembangan wilayah di sekitar G. Kelimutu. Pendataan yang utama adalah masalah kependudukan, terutama yang berada didalam daerah yang termasuk bahaya primer dan sekunder, lahan usaha serta jalur - jalur sebaran hasil erupsi terdahulu yang biasanya melalui lembah ataupun sungai.
Tim pengumpulan bahan informasi ditugaskan ke daerah G. Rinjani dari tanggal 2 Juni 1995 sampai dengan tanggal 29 Juni 1995 dengan maksud untuk mengetahui perkembangan baik aspek sosial serta investasi lainnya maupun aspek kegunungapian setelah erupsi terakhir beberapa bulan yang lalu terutama bagi tempat - tempat yang berada di dalam wilayah Daerah Bahaya dan wilayah Daerah Waspada.