Meskipun dikategorikan sebagai gunungapi aktif tipe B (Kusumadinata, 1979), penyelidikan kegunungapian di G.Sibayak perlu dilakukan mengingat daerah sekitarnya merupakan kawasan wisata yang ramai dan merupakan daerah pengembangan energi panas bumi. Penyelidikan tersebut perlu dilakukan untuk mengetahui karakteristik Gunungapi Sibayak.
Bencana alam akibat letusan gunungapi sangat menakutkan, namun dibalik keganasan gunungapi tersebut, banyak keuntungan yang diperoleh, diantaranya adalah: Kesuburan tanah yang disusun oleh rempah vulkanik, keindahan panorama alam yang indah serta memikat, akibatnya banyak orang yang ingin menikmati serta menempati daerah tersebut, sehingga menimbulkan pertumbuhan dan kepadatan penduduk yang cuk…
Salah satu realisasi dari tugas nyata Proyek Pengamatan / Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi Direktorat Vulkanologi pada Pelita V tahun anggaran 1992/1993 adalah melakukan Pemetaan Geologi G. Marapi tahap kedua. Dimana pada tahap pertama telah diselesaikan lebih kurang 50% dari luas daerah yang akan dipetakan.
Dalam tahun anggaran 1988/1989, Direktorat Vulkanologi, Sub Direktorat Pemetaan Gunungapi, Seksi Penginderaan Jauh, telah melaksanakan salah satu program kerja, yaitu berupa pemetaan geologi G. Patuha, berdasar-kan hasil penafsiran potret udara.
Sehubungan dengan rencanan semula, maka pada awal bulan April 1971 Kasi penelitian Gn. Api telah berangkat menuju Gn. Tjiremai jang diikuti oleh penulis dengan mempergunakan land-rover D.2872 jang dikemudikan oleh Sdr. Hadis III
Penulis ditugaskan oleh Kepala Seksi Penelitian Gn. Api mengadakan pemetaan daerah bahaja G. slamet selama 18 hari.
Atas perintah Kepala Seksi Penelitian Gunungapi tertanggal 19 September 1970, penulis dan Sdr. Sobana Rasjid Sdr. Hadia III dan bertindak sebagai Kepala Regu Sdr.Kama Kusumadinata, de-ngan memakai mobil dinas Landrover D.2782 diperintahkan untuk memetakan daerah sementara bahaja Gunung Gede, maka pada tg. 23 September 1970, sebelum kami mengadakan pemetaan menju-sur kali2 jang dianggap perlu, m…
Sebenarnja Peta Daerah Bahaja G. Sameru ini pa-da th. 1968 telah dibuat oleh Sår. Suparto S. B.Sc. bersama penulis sendiri. Tetapi mengingat waktu dan biaja terbatas, sehingga laporan pendahuluan terse-but, terutama hanja mementingkan daerah bahaja un tuk penjebaran lahar, sedang untuk bahaja letusan bersifat sementara.
Pada tanggal 14 maret 1971 penulis telah ditugaskan ke Gn .Ciremai daerah Cirebon oleh Kasi penelitian gunung api, untuk melanjudtkan pemetaan daerah bahaya sementara gunung tsb, karena pada tahun 1970 gunung tsb telah dikerjakan oleh Sdr. Pandi Karnaen dibawah pimpinan sdr. muzil alzwar
Atas permintaan Dinas Bencana Alam Direktorat Sungai dan Rawa, penulis bersama Saudara Ato Djuhara dibaah pimpinan sdr. I. Surjo, ditugaskan oleh Kepala Dinas Vulkanologi Direktorat Geologi Bandung, Ke. G. Kelut dan sekitarnya di Kediri Djatim.