Dalam bulan Mei 1992 penulis bertugas mengamati kegiatan G. Iliboleng di P. Adonara, Kabupaten Flores Timur NTT. Posisi geopgrafi G. Iliboleng terletak antara 8° 20,5' Lintang Selatan dan 1230 15,5' Bujur Timur ( Atlas Trop. Nederl.1938 lembar 27;dalam Kusumadinata, K. 1979), G. Iliboleng berbentuk kerucut yang teratur di bagian tenggara pulau, menutupi daerah sekitar 9 - 11 km ( Neumann van P…
Dalam rangka pelasanaan tugas bagian proyek pemetaan daerah bahaya Gunungapi maka saya dan Ato Djuhara dengan ditugaskan ke G. Seulawah Agam Aceh. Gunung Seulawah Agam termasuk Kecamatan Sileumeum Kbp. Aceh besar. Maksud pekerjaan ialah untuk Pemetaan Daerah Bahaya dan pemeriksaan puncak atau kawah G. Seulawah Agam. Pekerjaan dilakukan dari pertengahan Desember 1981 s/d pertengahan Januari 1982…
G. Sorik Marapi terdapat di daerah Kecamatan Kotanopan, Ka bupaten Tapanuli Selatan, Propinsi Sumatra Utara. Dalam sejarah kegiatannya, G. Sorik Marapi pernah meletus dalam tahun 1830, 1879, 1892, 1893, 1917, 1970 dan 1986. Jenis kegiatannya adalah letusan preatik. Korban manusia akibat letusannya tidak ada. Dalam tahun 1892 pernah terjadi korban sebanyak 180 orang, meninggal akibat lahar hujan.
G. Sorik Marapi adalah gunungapi strato dengan danau kawah. Pusat kegiatan waktu sekarang terdapat di Kw. Utama (Kw. Puncak). DIameter kawah Ik. 650 - 530 m, dengan kedalaman antara 75 - 130m.
Dalam 25 Juni saya dengan SPPD n 760/P/81 dan A. D. Wirasaputra pensurvai dari seksi pemetaan topografi dengan SPPD m 759/P/81 ditugaskan ke Jawa Tengah untuk melakukan pemeriksaan sekitar G. Sumbing, serta daerah bahaya G. Sumbing, pembuatan penampang melintang dan memanjang dari sungai sekitar G. Sumbing.
Pada tanggal 15 -13- 1981, kami ditugaskan oleh Kepala Seksi Pemetaan Topografi untuk melakukan pengukuran topografi terkahir yang ada ukuran Sdr. Samud W. Tahun 1977 di perkirakan sudah banyak perobohannya, setelah antara tahun 1977 sampai dengan tahun 1981 sering terjadi kegiatan.
Dalam rangka melaksanakan rencana kerja Kegiatan lapangan dari bagian proyek pemetaan daerah bahaya Gunungapi,, Seksi Penanggulangan Bahaya, maka ditugaskan lima orang anggota yang terbagi menjadi dua tim.
Pada tanggal 17 Juni 1981 dengan SPPD No. 677/P/81 dan 678/P/81 Sdr. Effendi dan saya ditugaskan oleh Kepala Seksi Pemetaan Topografi Sub Dit Pemetaan Gunungapi mengadakan pemetaan topografi puncak Gunung Kerinci di Kabupaten Sungai Penuh Provinsi Jambi selama 25 hari.
Walaupun Gunung Kunyit digolongkan dalam tipe B, tetapi Kasi Pemetaan Topografi menugaskan saya untuk melakukan pengukuran situasi puncak/kawah Gunung Kunyit Kabupaten Sungai Penuh Provinsi Jambi., karena peta yang ada di Perpustakaan iala peta tahun 1925, diperkirakan sekarang telah banyak mengalami perubahan - perubahan.