Adapun kunjungan kali ini ke anak Krakatau adalah dalam rangka pembuatan dokumentasi yang berkaitan dengan adanya aktivitas vulkanik saat ini, yang mana masih merupakan satu perioda aktivitas vulkanik sejak tahun 1992/1993 yang lalu. Dilihat dari gunungapi itu sendiri adalah merupakan aktivitas membangun tubuhnya.
Pembuatan profil2 dimulai dari arah hilir ke mudik, sedang-pembuatan profil tidak ditetapkan jarak tertentu, hanya pengamat mengambil kebijaksanaan dimana tempat - tempat yang dianggap penting serta keadaan kritis.
Berdasarkan peta topografi 1 : 50.000 sementara ini oleh tim ditentukan untuk memasang 2 titik amat (lokasi penempatan alat) yaitu di pos pengamatan dan disekitar G.Apuy. Sedangkan titik reflektor ditentukan di 4 titik yaitu di daerah Lingga, sekitar hulu sungai Ciwasiat, sekitar hulu Cicangkrung, dan sekitar bukit Tegak Jamuju.
Dalam laporan nomor 37/DV/90 tentang pemasangan titik ukur EDM di Gunung Ciremai telah dilaporkan bahwa dari enam titik ukur yang direncanakan, baru dapat diselesaikan pemasangan 2 titik ukur dan belum terselesaikan seluruh pemasangannya.
G.Kelimutu dan G.Lewotobi termasuk gunungapi aktif di P.Flores. G.Kelimutu tubuhnya dibangun oleh endapan piroklastik hasil len-1 tusan eksplosif dan leleran lava yang efusif, mempunyai struktur berlapis, termasuk kedalam tipe strato. Lerengnya berkembang ke arah timur dan dibagian puncak terdapat 3 buah danau kawah dengan warna air yang berbeda. Luas ketiga danau tersebut kira-kira 1.051.000 m…
Maksud dari pembuatan dokumentasi Gunung api Karangetang ini adalah untuk melaksanakan salah satu kegiatan Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunung api pada tahun anggaran 1998/1999, dengan tujuan untuk mengikuti perkembangan akhir dari aktivitas gunung api itu sendiri, seperti penyebaran lava dan bentuk morfologinya
Dalam bulan djuni 1965, oleh bagian vulkanologi direktorat geologi bandung telah ditugaskan sebuah team untuk mengadakan/melakukan pemetaan geologi G. Kelut dan sekiatanya. Pemetaan mana merupakan salah satu bahan skripsi sdr. Liek Pardyanto, sebagai mahasiswa tugas belajar di ITB.
Pembuatan dokumentasi dan pengumpulan bahan informasi gunungapi kie besi adalah dimaksudkan sebagai kegiatan untuk pengumpulan data meliputi morfologi gunugapi, geologi gunungapi, kondisi terakhir kawah-kawah di sekitar G. Kie Besi, darah kawasan rawan bencana dan tata guna lahan dalam upaya mitigasi bencana.
Pembuatan dokumentasi dan pengumpulan bahan informasi gunungapi Kie Besi adalah dimaksudkan sebagai kegiatan untuk pengumpulan data meliputi morfologi gunungapi, geologi gunungapi, kondisi terakhir kawah-kawah di sekitar G. Kie Besi, daerah kawasan rawan bencana dan tata guna lahan dalam upaya mitigasi bencana.
Dalam sejarah letusannya, G. Ibu diketahui meletus pertama kali pada Agustus - September 1911 berupa letusan eksplosif di kawah pusat. Letusan berikutnya terjadi pada Desember 1998 setelah 87 tahun beristirahat, menghasilkan sumbat lava yang menutupi dasar kawah bagian dalam yang terus berkembang menaid pertumbuhan kuba lava hingga saat in (2013) Pertumbuhan kuba lava yang menerus selaras denga…