LAPORAN KHUSUS
Nomor: 900 .Lap /GL.03/BGL/2026
Kenaikan Tingkat Aktivitas G. Lewotobi Laki-laki, NTT dari Level II (Waspada)
menjadi Level III (Siaga) Tanggal 12 Mei 2026 Pukul 13.00 WITA
Pada periode 1–11 Mei 2026, aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan terutama pada parameter kegempaan dalam. Aktivitas didominasi oleh gempa Vulkanik Dalam (VA) yang mencapai 21–32 kejadian per hari pada awal periode, khususnya tanggal 1–4 Mei 2026. Peningkatan VA ini mengindikasikan adanya suplai magma atau fluida magmatik dari kedalaman yang cukup kuat menuju sistem gunung api. Setelah mencapai puncaknya pada awal Mei, jumlah VA mengalami penurunan bertahap hingga berkisar 8–12 kejadian per hari menjelang 10 Mei, namun masih berada di atas kondisi normal sebelumnya, sehingga menunjukkan bahwa proses recharge magma masih berlangsung.
Selain gempa Vulkanik Dalam, aktivitas Gempa Tremor Non-Harmonik tetap terekam dalam jumlah tinggi dan relatif persisten pada periode ini, dengan kisaran 17–27 kejadian per hari. Bahkan pada tanggal 9 Mei jumlahnya meningkat menjadi 27 kejadian. Dominasi tremor Non- Harmonik ini menunjukkan bahwa sistem fluida di bagian dangkal masih aktif dan mengalami pergerakan kontinu. Aktivitas, sedangkan gempa Low Frequency (LF) masih relatif rendah. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa tekanan dari kedalaman mulai memberikan respons di bagian dangkal.
Aktivitas permukaan belum begitu terlihat kemunculan guguran dan hembusan pada beberapa hari pengamatan, terutama tanggal 2–3 Mei dan 6 Mei. Aktivitas ini menunjukkan bahwa tekanan dari dalam mulai memengaruhi bagian permukaan kawah. Sementara itu asap solfatara tidak terlihat pada pusat kawah hanya terlihat pada bagian barat laut. Aktivitas Tektonik Lokal dan Tektonik Jauh tercatat fluktuatif namun tidak menunjukkan pengaruh dominan terhadap peningkatan aktivitas vulkanik utama selama periode ini.
Data deformasi dari tiltmeter Wolorona (WLR2) menunjukkan pola yang sangat penting dalam interpretasi aktivitas saat ini. Pada sumbu Y terlihat tren kenaikan yang konsisten dan semakin menguat hingga awal Mei 2026, yang mengindikasikan terjadinya inflasi akibat akumulasi tekanan di dalam tubuh gunung api. Sementara itu, sumbu X menunjukkan tren penurunan progresif yang mengindikasikan adanya perubahan deformasi lateral. Kombinasi antara inflasi WLR2 dan tingginya aktivitas VA menunjukkan bahwa sistem magmatik Lewotobi sedang berada dalam fase pengisian ulang tekanan yang aktif.
Jika dibandingkan dengan pola historis pada data tahun 2024, kondisi saat ini memiliki kemiripan dengan fase awal peningkatan aktivitas sebelum terjadinya erupsi, terutama ditandai oleh peningkatan Vulkanik Dalam (VA) yang diikuti deformasi inflasi dan tremor Harmonik/Non-Harmonik tinggi. Namun demikian, parameter dangkal seperti LF dan Vulkanik Dangkal (VB) masih belum berkembang kuat seperti pada fase eksplosif besar tahun 2025. Oleh karena itu, aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki saat ini diinterpretasikan berada pada fase peningkatan tekanan magmatik dengan potensi berkembang menjadi erupsi skala kecil hingga menengah apabila tekanan terus terakumulasi dan mulai terdistribusi lebih kuat ke bagian dangkal sistem gunung api.
Berdasarkan analisis visual dan instrumental tersebut, tingkat aktivitas Gunung Lewotobi Laki- laki dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) dengan rekomendasi sebagai berikut: masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 km dari pusat erupsi, serta tetap tenang dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah. Masyarakat juga diminta untuk tidak mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya.
Selain itu, masyarakat di sekitar wilayah rawan bencana agar mewaspadai potensi banjir lahar apabila terjadi hujan lebat, terutama pada daerah aliran sungai yang berhulu di puncak G. Lewotobi Laki-laki, seperti di Nawakote, Boru, Padang Pasir, Klatanlo Dulipali, Nobo, Hokeng Jaya, hingga Nurabelen. Warga yang terdampak hujan abu dianjurkan menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk melindungi saluran pernapasan.
Abu vulkanik hasil erupsi G. Lewotobi Laki-laki juga dapat mengganggu operasional bandara dan jalur penerbangan apabila sebarannya mengarah ke area bandara dan jalur perlintasan pesawat.
Pemerintah daerah agar terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi. Informasi terkini mengenai aktivitas gunungapi dapat diakses melalui situs resmi Magma Indonesia maupun media sosial resmi Badan Geologi.
Demikian disampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.
a.n. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
Plt. Kepala Badan Geologi
Lana Saria
Gambar 1. Grafik Kegempaan G. Lewotobi Laki-laki
Gambar 2. Visual Kawah G. Lewotobi Laki-laki tanggal 9 Mei 2026