Bandung, 29 April 2026 — Museum Geologi kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan literasi kebencanaan melalui penyelenggaraan kegiatan Pojok Kolaborasi bertema “Waspada Bencana Geologi di Cuaca Ekstrem” yang dilaksanakan di Auditorium Museum Geologi, Rabu (29/4). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Museum Geologi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Geografi se-Bandung Raya.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih luas kepada masyarakat mengenai potensi bencana geologi yang dipicu oleh kondisi cuaca ekstrem, sekaligus mendorong peningkatan kesadaran dan kesiapsiagaan dalam menghadapi risiko bencana. Sebanyak 76 peserta yang terdiri dari guru geografi, tenaga pendidik, praktisi pendidikan, masyarakat umum, serta pegawai Museum Geologi turut hadir dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.
Kepala Museum Geologi, Raden Isnu Hajar Sulistyawan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Museum Geologi dalam menghadirkan edukasi kebencanaan yang komunikatif dan mudah dipahami oleh masyarakat. “Museum Geologi tidak hanya menjadi tempat penyimpanan koleksi, tetapi juga berperan sebagai pusat edukasi yang aktif dalam menyampaikan informasi kebumian, termasuk mitigasi bencana,” ujarnya.
Pada sesi talkshow, narasumber dari PVMBG, Kibar Muhammad Suryadana, S.T. memaparkan materi mengenai keterkaitan antara cuaca ekstrem dengan potensi bencana geologi seperti tanah longsor dan gerakan tanah, khususnya di wilayah Bandung Raya. Materi disampaikan secara komunikatif dan kontekstual sehingga mudah dipahami oleh peserta dari berbagai latar belakang.
Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi interaktif, di mana berbagai pertanyaan diajukan terkait langkah mitigasi bencana yang dapat diterapkan secara praktis, serta pentingnya akses informasi kebencanaan yang akurat dan terpercaya. Kegiatan ini juga menjadi ruang dialog yang efektif antara narasumber dan peserta dalam memperkuat pemahaman bersama mengenai isu kebencanaan.
Melalui kegiatan ini, Museum Geologi tidak hanya memperkuat perannya sebagai pusat literasi kebencanaan, tetapi juga mendorong terjalinnya kolaborasi yang lebih luas antara institusi pemerintah, komunitas pendidikan, dan masyarakat. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana geologi.
Museum Geologi! Smart Museum, Smart People, Smart Nation.
Penulis: Anita Kusumayati, S.I.Kom