Sarana Penyelidikan PSG: Menjaga Keandalan Survei Geologi Indonesia

Survei geologi membutuhkan peralatan yang andal dan tenaga ahli yang kompeten. Tanpa keduanya, data yang dihasilkan bisa kurang akurat, padahal informasi geologi sangat penting untuk eksplorasi sumber daya, mitigasi bencana, hingga perencanaan pembangunan. Di sinilah peran Badan Geologi - Pusat Survei Geologi (PSG) menjadi krusial.

Tugas PSG dalam melaksanakan penyelidikan, pelayanan, serta perekayasaan di bidang survei dan pemetaan geologi, geosains, dan sumber daya minyak dan gas bumi diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 12 Tahun 2025 tentang organisasi dan tata kerja Kementerian ESDM. Untuk mendukung pelaksanaan tugas tersebut, melalui Keputusan Kepala PSG membentuk tujuh tim kerja, salah satunya Tim Kerja Pengembangan Konsep Geosain.

Di dalam tim ini terdapat tim pelaksana pengelolaan sarana penyelidikan, yang bertugas melakukan inventarisasi, pengecekan, perbaikan, uji coba, dan kalibrasi peralatan, serta validasi metode. Dengan begitu, setiap peralatan dapat dipastikan dalam kondisi prima saat digunakan di lapangan.

Kegiatan pengelolaan sarana penyelidikan melibatkan 22 orang yang terdiri dari 12 PNS, 5 Non-PNS, dan 6 CPNS. Dari sisi kompetensi, 6 orang personil sarana penyelidikan telah menyelesaikan program magister, 8 orang berpendidikan sarjana, dimana 9 orang menduduki jabatan fungsional Penyelidik Bumi.

Sarana penyelidikan PSG juga mengelola 314 unit peralatan survei, terdiri dari 209 unit peralatan geofisika dan 105 unit peralatan penunjang. Beberapa di antaranya termasuk peralatan modern seperti Gravimeter Scintrex CG-6, Magnetotelurik Ultra Wideband MTU 5C (Phoenix), GEM Gradiometer GSM19GWV, GEM Magnetometer GSM-19T, SuperSting R8 Wifi, Seismometer Landtech dengan digitizer Geobit Geothree, serta GPR Mala Ground Explorer and ProEx (Gambar 1).

Selain melakukan perbaikan, uji coba, dan kalibrasi secara mandiri, sarana penyelidikan juga berkolaborasi dengan unit lain di Badan Geologi maupun universitas. Contohnya, uji coba peralatan AMT dan Gravimeter di Jatinangor bersama PSDMBP, serta perbaikan peralatan SuperSting dengan Universitas Padjadjaran. Dalam kerja sama tersebut, sarana penyelidikan juga memberikan bimbingan teknis pengenalan metode dan peralatan geofisika, seperti GPR, Mikrotremor, dan Magnetotelurik. Salah satu contoh hasil penyelidikan menggunakan peralatan sarana penyelidikan metode tahanan jenis 2D dapat dilihat pada Gambar 2. Detil mengenai tulisan ini dapat dilihat pada link berikut: https://jgsm.geologi.esdm.go.id/index.php/jgsm/article/download/332/294

Sebagai bagian dari pengembangan kapasitas personel, berbagai pelatihan tentang penggunaan peralatan dan pengolahan data rutin dilakukan, dengan menghadirkan narasumber internal maupun eksternal PSG.

Dengan SDM yang terlatih dan peralatan yang terus diperbarui, sarana penyelidikan PSG menjadi garda terdepan dalam menjamin setiap survei geologi berjalan lancar dan menghasilkan data yang akurat. Pada akhirnya, kinerja ini bukan hanya mendukung tugas internal Badan Geologi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pembangunan nasional dan masyarakat luas.

 

Penulis           : Robby Setianegara & Lucky Junursyah

Penyunting    : Tim Scientific Board – PSG

Ikuti Berita Kami