Bandung, 19 Februari 2026 – Kepala Museum Geologi menyambut baik pelaksanaan kegiatan Risk Assessment Audit Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) Bidang Objek Wisata yang dilaksanakan oleh Polrestabes Bandung. Kegiatan ini dinilai sebagai langkah strategis dan terukur dalam memperkuat sistem pengamanan dan meningkatkan kualitas layanan publik pada museum sebagai salah satu objek vital nasional yang berada pada wilayah kota Bandung.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Kepala Satuan Pengamanan Objek Vital (Pamobvit) Polrestabes Bandung AKBP Alu Wira S.K., S.Mn yang diwakili oleh AKP Yuyun Mustikasari, SH selaku Kanit Pengamanan Wisata. Dalam penyampaiannya, Yuyun menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan amanat dari Keputusan Presiden Nomor 63 Tahun 2004 tentang Pengamanan Objek Vital Nasional serta Peraturan Kabaharkam Polri Nomor 1 Tahun 2019 tentang Prosedur Pemberian Jasa Pengamanan dan Sistem Manajemen Pengamanan Objek Vital Nasional dan Objek Tertentu.
Audit ini juga menjadi bagian dari Rencana Kerja dan Kegiatan Satuan Pamobvit Polrestabes Bandung Polda Jawa Barat Tahun 2026, yang dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Kapolrestabes Bandung Nomor: Sprin/331/II/HUK.6.6/2026 tanggal 2 Februari 2026. Pelaksanaan assessment dilakukan di Museum Geologi pada 19 Februari 2026.
Dalam audit tersebut, dilakukan penilaian terhadap beberapa aspek, meliputi: Aspek Spesifikasi Objek Assessment; Aspek Penilaian, dengan masing-masing bobot terdiri dari: nfrastruktur (20%), Kesehatan (10%), Risiko Kegiatan Wisata (20%), Keamanan pada Sistem Manajemen Pengamanan (30%), Keselamatan (10%) dan Informasi (10%).
Setelah melakukan assessment terhadap dokumen dan formulir yang telah disampaikan manajemen Museum Geologi, tim Pamobvit melanjutkan pengecekan langsung ke lapangan untuk melakukan validasi atas hasil diskusi dan isian formulir yang telah dilengkapi oleh pihak museum.
Pasca validasi fisik, Tim Satuan Pengamanan Objek Vital Polrestabes Bandung menyampaikan bahwa audit ini bertujuan membantu Museum Geologi memperoleh standar pengamanan terbaik. “Terkadang dari internal merasa sudah cukup dan sudah baik, padahal masih ada hal-hal yang perlu ditingkatkan. Hasil audit ini akan menjadi dasar pemberian masukan terkait kekurangan sistem pengamanan, baik yang perlu diperbaiki maupun yang belum tersedia untuk segera diadakan,” ujar Yuyun. Yuyun juga menambahkan bahwa hal tersebut penting guna menjamin keberlangsungan proses layanan dan operasional layanan publik Museum Geologi, mengingat jumlah pengunjung yang bisa mencapai lebih dari 3.000 orang per hari.
Sementara itu, Kepala Museum Geologi menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat sinergitas dan koordinasi dan kolaborasi antara Museum Geologi dan pihak Kepolisian khususnya Polrestabes Bandung dalam meningkatkan koordinasi dan kesadaran tim pelayanan publik terhadap pentingnya sistem manajemen pengamanan terpadu.
“Dengan pengamanan yang semakin baik, risiko dapat diminimalisasi. Melalui identifikasi risiko, fase-fase antisipasi dapat dilakukan sehingga seluruh sistem tersusun dengan baik dan mitigasi berjalan optimal. Saya yakin risiko terhadap bencana non-alam seperti kebakaran dan kerusakan lainnya dapat diperkecil,” pungkasnya.
Museum Geologi juga menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Komitmen tersebut selaras dengan gerakan inisiatif nasional yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada awal 2026 untuk mengatasi persoalan sampah dan lingkungan melalui gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).
Dengan semangat tersebut, Museum Geologi terus meningkatkan kapasitas layanan sesuai dengan mottonya, Smart Museum, Smart People, Smart Nation, demi menghadirkan museum yang aman, nyaman, dan berkelanjutan bagi seluruh pengunjung.