G. Tambora adalah merupakan salah satu gunungapi aktif tipe A yang termask dalam pemantauan Seksi Bali dan Nusa Tenggara, terletak di P. Sumbawa bagian Utara di wilayah Kabupaten Dompu. G. Tambora adalah salah satu gunungapi di dunia yang terkenal dengan sejarah letusannya yang dahsyat terjadi pada tahun 1815, dimana telah menimbulkan korban jiwa sebanyak lk.92.00 orang.
G. Agung terkenal dengan letusan besar pada tahun 1963 yang menewaskan 1.148 orang. Disamping itu G. Agung sangat berperan didalam kehidupan beragama bagi umat Hindu Di P. Bali, dan juga merupakan daerah tujuan wisata. Sebagaimana gunungapi yang mempunyai sifat letusannya yang besar, G. Agung mempunyai sifat denga periode istirahat yang cukup lama.
G. Inelika merupakan salah satu gunungapi katif tipe A yang berada di Pulau Flores, Kabupaten Ngada (Bajawa), Flores Tengah, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Untuk mencapai G. Inelika dari Kota Bajawa sangat mudah sekali, karena sarana pencapainnya telah ada, baik dengan menggunakan roda dua maupun roda empat. Dari Kota Bajawa kita menuju ke arah utara yaitu jalur ke Desar Gou dengan jarak ke loka…
G. Rokatenda termasuk gunungapi aktif tipe A, dengan catatan letusan sebanyak 8 kejadian sejak tahun 1928. Periode istirahat G. Rokatenda bervariasi antara 1 hingga 35 tahun. Letusan yang banyak menimbulkan korban jiwa terjadi pada tahun 1928, yaitu sebanyak 266 orang meninggal dunia. Dari hasil penelitian geologi foto disimpulkan bahwa periode kegiatan G. Rokatenda dibagi dalam 4 tahap, dimana…
Maksud kegiatan lapangan yang dilakukan di G. Sangeangpi dan G. Lewotobi pada Juni 2000 adalah melakukan pengamatan dengan cara visual dan kegempaan. Pada kesempatan tersebut dimanfaatkan pula memelihara dan memperbaiki seismograf. Seismograf di G. Sangeangapi berhasil diperbaiki dan telah beroperasi dengan baik, sedangkan di Lewotobi belum berhasil karena tidak ada cadangan seismometer.
G. Lewotobi Laki-laki dan G. Lewotobi Perempuan adalah gunungapi aktif di P Flores. Secara administratif kedua gunung tersebut terletak di Keca,atan Wulanggitang. Kabupaten Flores Timur, Nusatenggara Timur. G. Lewotobi Laki-laki berbentuk kerucut runcing, tingginya 15854 m dpl. Kawahnya berdiameter 400 m berbentuk bulan sabut, terbuka ke arah utara. erupsi G. Lewotobi Laki-laki diketahui sejah …
G. Sangeang Api adalah gunungapi aktif yang terletak di P. sangeang, termasuk wilayah Kecamatan Wera Timur, Kabupaten Bima, propinsi Nusa Tenggara Timur. Tinggi puncaknya (Doro Api) adalah 1949 m di atas permukaan laut (Atlas Trop Nederl), dalam peta topografi yang pengukurannya dilakukan oleh Direktorat Vulkanologi tahun 1967 tinggi puncaknya adalah 1842,5 m di atas permukaan laut.
Umumnya dalam pengamatan gempa memakai satu komponen seismogaf, pengolahan data dilakukan dengan metoda statistik. Hasil pengamatan gempa seperti jumlah kejadian gempa dan parameternya dituangkan dalam grafik terhadap waktu. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui turun atau naiknya parameter tersebut terhadap waktu yang diperkirakan berhubungan dengan perubahan kegiatan gunungapi. Pengolahan data…
G. SangeangApi terakhir erupsi pada 24 Januari 1997 yang sampai Juli 1998 letusan/hembusan asap masih sering terjadi. Erupsi 1997 bersifat eksplosif dan efusif. Karena dari hasil pengamatan menunjukkan terjadinya guguran - guguran lava ke arah S. Berano. Sampai dengan Juli 1998 gempa vulkanik terekam oleh seismograf yang jumlahnya per bulan di atas normal.
Selama pengamatan kami disana dari pertengahan Juni sampai dengan akhir Juni 1997, G. Rokatenda tampak jelas, asap Solfatara tampak umumnya berwarna putih tipis dengan tekanan gas lemah lk. 20 meter dari atas puncak. Sedangkan pengamatan gempa G. Rokatenda dilakukan dengan menggunakan Seismograf Kinemetrics PS-2 sistem radio telemetri (RTS).