Gunungapi Lamongan dipantau secara terus menerus, baik secara visual dan seismik oleh Seksi Pengamatan Gunungapi Jawa Timur dan Bali dari Pos Pengamatan Gunungapi di G.Meja. Pemantauan dengan metoda "dry tilt" telah dilakukan sejak tahun 1988 oleh Seksi Pemetaan Topografi dan Pengkuran Deformasi, dan pengamatan tersebut dilakukan paling sedikitnya sekali dalam setahun.
Berdasarkan peta topografi 1 : 50.000 sementara ini oleh tim ditentukan untuk memasang 2 titik amat (lokasi penempatan alat) yaitu di pos pengamatan dan disekitar G.Apuy. Sedangkan titik reflektor ditentukan di 4 titik yaitu di daerah Lingga, sekitar hulu sungai Ciwasiat, sekitar hulu Cicangkrung, dan sekitar bukit Tegak Jamuju.
Dalam laporan nomor 37/DV/90 tentang pemasangan titik ukur EDM di Gunung Ciremai telah dilaporkan bahwa dari enam titik ukur yang direncanakan, baru dapat diselesaikan pemasangan 2 titik ukur dan belum terselesaikan seluruh pemasangannya.
Berdasarkan laporan bulanan Subdit Pengamatan Gunung Api bulan April 1991, kegempaan Gunung Gede di Jawa Barat sejak akhir Februari 1991 menunjukkan peningkatan. Jumlah gempa sebelumnya kurang dari 5 kejadian/hari menjadi 4 -10 kejadian di akhir bulan Februari dan mencapai puncaknya tanggal 30 April 1991, berjumlah lebih 380 kali kejadian (gempa vulkanik dangkal + dalam).