Pengukuran ungkit kering dilakukan untuk menunjang penelitian kegiatan gunungapi sampai sejauh mana hasil yang diperoleh. Banyaknya stasiun di G.Gede yang diukur ada 6 (enam) lokasi ialah : St. Cibodas, St. G. Putri, St. Culamega, St. Goalpara, St. Perbawati dan St. Situgunung. Kemudian di G. Cireme sebanyak 6 (enam) stasiun juga, yaitu St. Palutungan, St. Linggarjati, St. Argalingga, St. Cibun…
Pengukuran ungkit kering (dry tilting) di Gunung Cireme dimaksudkan untuk memperoleh data guna menunjang disiplin ilmu lain untuk mengetahui tingkat kegiatan gunung api tersebut.
Sesuai dengan rencana Proyek Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi 1992/1993, Seksi Pengukuran Topografi dan Deformasi telah menugaskan tim deformasi ke Gunung Guntur dan Gunung Ciremai Jawa Barat selama 14 hari (tanggal 17 - 30 Desember 1992) untuk melakukan pengukuran deformasi dengan metoda ungkit kering (drytilt) di sejumlah titik lokasi kedua gunung tersebut.
Di G.Cireme telah dipasang 6 buah stasiun pengukuran ungkit kering ("dry tilt") dan diperoleh harga - harga konstanta ungkitan utara selatan (TN) dan timur - barat (TE) untuk setiap stasiun.
Dalam laporan nomor 37/DV/90 tentang pemasangan titik ukur EDM di Gunung Ciremai telah dilaporkan bahwa dari enam titik ukur yang direncanakan, baru dapat diselesaikan pemasangan 2 titik ukur dan belum terselesaikan seluruh pemasangannya.