Air mineral oleh pribumi di sana dinamakan Airpanas, muncul dari lubang - lubang dari suatu aliran serupa lava trakit tua di kaki tenggara Gunung Guntur pada ketinggian 2403 kaki Rijland dml dan lk 2 pal jauhnya dari Trogon.
Dalam evaluasi penyelidikan yang dilakukan pada 25 Mei 1998 sampai 23 Juni 1998 ini adalah melakukan pengambilan data beda tinggi antara satu titik tetap terhadap titik tetap yang lain, dengan metoda sifat datar (leveling).
Gunung Guntur termasuk gunungapi tipe-A merupakan gunungapi aktif di Jawa Barat. Kegiatan letusannya tercatat mulai 1690 sampai 1847, sekurang - kurangnya telah terjadi 22 kali kegiatan.
G.Guntur dimonitor oleh Direktorat Vulkanologi (DV) secara terus menerus sejak Pos Pengamatan Gunungapi (Pos PGA) Guntur didirikan tahun 1985 di Desa Sirnajaya Kecamatan Tarogong Kabupaten Garut, Jabar.
Pekerjaan lapangan ini dititik beratkan pada pengumpulan data perkembangan kependudukan yang terletak di dalam daerah bahaya akibat G. Guntur, serta penentuan tempat untuk menyelamatkan diri dan jalur yang harus ditempuh.
Penyuluhan bahaya G.Guntur di Kabupaten Garut, dilaksanakan pada tanggal 12 September 1994 bertempat di Pendopo Pembantu Wilayah II Tarogong, Kabupaten Daerah Tingkat II Garut, Provinsi Jawa Barat.
Penyelidikan deformasi G.Guntur dilakukan selama kurang lebih 1 bulan pada bulan Mei 1994, meliputi penyelidikan pembangunan titik ukur (bench mark), levelling/dry tilt, global positioning system, electronic distance measurement (edm), dan seismisitas G.Guntur.
Pada tahun anggaran 1993/1994 Proyek Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi, telah menugaskan satu tim deformasi ke gunung Guntur dan gunung Ciremai untuk melakukan pengukuran deformasi dengan metoda ungkit kering (dry tilt) dengan metoda "EDM" (Electro-Optical Distance Measurements). Tugas tersebut dilaksanakan selama 34 hari, yaitu dari tanggal 24 April sampai dengan 27 Mei 1993.
Penyelidikan kegiatan suatu gunungapi dengan metoda seismik, sampai saat ini merupakan metoda yang dapat dianggap paling tua, fundamental, dan terampuh daripada metoda lain. Peralatan, baik software maupun hardwarenya yang digunakan untuk metoda ini berkembang terus sesuai dengan perkembangan teknologi yang ada.
Untuk memperoleh gambaran deformasi G. Guntur, dilakukan pengukuran deformasi dengan ungkit kering pada setiap titik ukur yang sudah terpasang sebelumnya. Sebagai bahan bandingan diperoleh informasi bahwa terdapat pula data kegempaan di gunung Guntur ini.