Gempa bumi memancarkan gelombang seismik dari sumber gempa hingga diterima di stasiun pencatat gempa. Dalam penjalarannya, gelombang seismik melewati medium penjalaran yang memiliki karakteristik berbeda-beda.
Dalam rangka melaksanakan tugas pengamatan visual kegiatan G. Guntur, penulis berkesempatan melakukan tugas tersebut pada 14 Desember sampai dengan 18 Desember 1987 kan SPPD No. 833/0441/3402/87 dan diantar pengemudi dengan SPPD No. 834/0441/3402/87.
Dalam laporan kerja lapangan ini yang kami laporkan adalah pengumpulan data kependudukan yang merupakan tugas tahap II (sebagai lanjutan dari tugas tahap I) di kampung-kampung, desa-desa yang masuk dalam daerah waspada G. Guntur.
Pengamatan terhadap kegiatan G. Guntur secara tetap telah dimulai sejak September 1985, lokasi Pos Pengamatan di Desa Sirnajaya, wilayah Kabupaten Garut.
Kegiatan penyelidikan S.P di Guntur, merupakan lanjutan penyelidikan terdahulu, yaitu penyelidikan S.P di Puncak Kancah nangkub yang merupakan sebagian dari puncak Komplek G.Guntur. Adapun puncak Kancah nangkub di dalam Komplek G.Guntur disebut G.Parukuyan.
Pengamatan lapangan berlangsung selama satu bulan, yaitu sejak akhir Januari sampai pertengahan Februari 1985. Cara pengamatan gempa yang diterapkan disini adalah jaringan tripartit. Sedang peralatan yang digunakan adalah seperangkat seismograp elektromagnetik tiga komponen.
Pada Oktober 1984 penulis mendapat tugas melakukan pengukuran suhu di G.Papandayan dan G.Guntur, bersama Sdr. Asep Sugiri dan Unu Hidayat, dengan SPPD No.2117/P/84. Maksud pemeriksaan ini adalah untuk mengetahui aktifitas solfatara ke dua gunungapi tersebut yang termasuk Daerah Tk II Kab. Garut.
Bulan Pebruari dan Maret 1984 dengan Sppd No. 3959, 3960, 3961/P/84 Sdr. Pandi, Effendi dan saya ditugaskan Kasi Pemetaan Topografi, Sub Dit Pemetaan Gunungapi, untuk melanjutkan pemetaan di sekitar gunung Guntur. Adapun daerah yang dipetakan yaitu lereng gunung sebelah baratdaya yang alur-alunya menjurus ke daerah Cipanas/Tarogong.
Pemeriksaan kawah dan pengukuran suhu dilakukan untuk mengetahui tingkat kegiatan G. Guntur dan G. Papandayan dibandingkan dengan keadaan sebelumnya, yaitu berdasarkan keadaan kawah, solfatara dan suhunya.