Gunung kelud merupakan salah satu gunungapi paling aktif di Indonesia. Periode letusan yang terjadi pada abad 20 ini, berselang antara 15 hingga 32 tahun. Gunungapi ini membatasi wilayah - wilayah kabupaten kediri bagian utara, kabupaten blitar bagian selatan dan kabupaten malang di sebelah Timur. Sehingga aktivitas vulkaniknya sangat berpengaruh terhadap kondisi geografis, ekonomis, sosial bud…
Pemasangan seismograf Kinemetrics PS-2 dengan sistim tele-matri di Pos Pengamatan G. Kelut, dilakukan dengan tujuan meningkatkan sarana peralatan seismograf yang telah ada.
Melengkapi data untuk penyelidikan yang lebih teliti tentang hasil-hasil letusan gunungapi ini dan karakreristik letusannya, terutama terhadap produk-produk letusan besarnya
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai realisasi dari rencana kerja Tim Instrumentasi Gunungapi dalam rangka menunjang kegiatan kerja Sub Direktorat Pengamatan Gunungapi dalam hal peralatan penyelidikan. Pekerjaan lapangan berlangsung sejak 13 Juni 1986 sampai dengan 15 Juni 1986.
Dalam penyelidikan petrokimia di G.Kelut, Sub Tim terdiri atas Ir.M.Z. Sjarifudin (394/P/86), Rakimin IIBSc. (393/P/86), Dedu Supriadi (392/P/86) dan dibantu beberapa tenaga harian lepas setempat.
Merupakan rangkaian penyelidikan petrokimia di G.Kelut yang pertama dimulai sejak 12-24 Juni 1986 dengan pelak- sana terdiri atas Ir.MZ.Sjarifudin (394/P/86), Rakimin II BSc.(393/P/86), Dedi Supriadi (392/P/86) dan yang kedua dimulai 16-30 Juli 1986 terdiri atas Ir.MZ. Sjarifudin (729/P/86) dan Achmad Sutisna (730/P/86).
Pemetaan itu meliputi pengumpulan data geologi, berupa stratigrafi, struktur geologi dan penyebaran hasil kegiatannya. Hasil dari penyelidikan ini diharapkan dapat menunjang penyelidikan lainnya.
Sejalan dengan rencana kerja Proy.P2V untuk Tahun 1/1966 1967, Pelita IV, telah direkomendasikan melakukan kegiatan penyuluhan lapangan di daerah-daerah sekitar dua gunungapi aktif di Jawa Timur, yaitu G.Kelut dan G.Semeru.
Penyelidikan geofisika G.Kelud pada tahun anggaran 1985/1986 difokuskan pada metoda Potensial Diri, setelah melihat Peta Anomali intensitas magnit total G.Kelud yang dibuat 1979. Dari data kemagnitan, di dapatkan adanya suatu zona anomali negatif yang diinterpretasikan sebagai suatu manifestasi panas bawah permukaan, pada daerah antara Bambungan - G.Lirang, Jalur Margomulyo-Kawah.