Maksud penyelidikan/pemantauan daerah bahaya komplek G.Tambora ini adalah merupakan pelaksanaan tugas dan fungsi Seksi Geologi Umum dan Vulkanologi serta realisasi Pelimpahan Sebagian Wewenang Direktorat Jenderal Geologi dan Sumberdaya Mineral kepada Kanwil Departemen Pertambangan dan Energi mengenai Pemantauan Gunungapi.
Gunung Tambora merupakan gunungapi aktif tipe strato berbentuk kaldera, terletak di Jazirah Sanggar, Kab. Bima, P. Sumbawa, Propinsi Nusatenggara Barat. Posisi geografinya 8° 15' Lintang Selatan, 118° 00' Bujur Timur. Dan tinggi di atas muka laut 2851 m (Atlas Trop. Nederl. lembar 27). Untuk memantau kegiatan gunung tersebut, telah dibangun Pos Pengamatan di Dusun Doropeti, Desa Pekat, Kec. P…
Maksud dari pekerdjaan ini ialah untuk mengadakan penelitian dan pemetaan daerah bahaja G. Tambora. Gunung ini terletak didjazirah Sanggar F. Sumbawa, pada garis lintang selatan 8º 15 dan garis budjur timur 118°. Tiga perempat atau seluas 1400 km² dari djazirah Sanggar dibangun oleh gunungapi ini. Sisanja, bagian tenggara dari djazirah ini ditutupi oleh gunungapi jang sudah lama padam jaitu …
Pemeriksaan puncak G. Tambora dilakukan untuk mengetahui tingkat kegiatannya saat ini, dibandingkan dengan kegiatan yang lampau. Pada pemeriksaan ini petugas menggunakan sebuah thermometer Casella London Maksimum 420°C, sebuah tustel merk Cannon 1.7. Kompas Geologi Merk TAMAYA dan beberapa lembar peta G. Tambora.
The second Tambora expedition of the University of Rhode Island took place from 10 March to 30 April, 1988. This expedition was a follow-up on our 1986 expedition, which was devoted primarily to a study of medium range and distal deposits (10 to 150 km) from the great 1815 explosive eruption of Tambora volcano on the island of Sumbawa. The second expedition was, on the other hand; devoted entir…
The eruption of Tambora volcano on the island of Sumbawa in April 1815 is generally considered as the largest and most violent volcanic event in recorded history. Estimates of the loss of life on Sumbawa and nearby Lombok are about 92,000, and the volume of erupted tephra is generally estimated of the order 100 km. In addition, the eruption had significant impact on the Earth's atmosphere on a …
G. Anak Ranakah merupakan gunungapi baru yang berada di komplek pegunungan Mandosawu lk. 10 km timur kota Ruteng. Gunung ini mengadakan kegiatan/meletus pada 29 Desember 1987, yang mengagetkan penduduk di sekitarnya. Yang sebelumnya gunung tersebut tidak termasuk dalam data dasar/daftar gunungapi aktif di Indonesia. Dengan lahirnya gunungapi baru tersebut, hingga saat ini pengamatan kegiatannya…
Setelah selesai mengadakan pemeriksaan kawah G.Barujari (Kaldera G. Rinjani) di P Lombok Penulis dan Sdr I Made Wenten meneruskan perjalanan ke G Tambora di P Sumbawa Untuk melaksanakan pemeriksaan kawah gunung tersebut dengan SPPD No.192/P/80 dan No. 193/P/80. Pemeriksaan ke kawah G Tambora yang terakhir pada bulan Agustus 1969 oleh Sdr. Sumarna Hamidi B.Sc.
Setelah selesai mengadakan pemeriksaan kawah G.Barujari (Kaldera G. Rinjani) di P Lombok Penulis dan Sdr I Made Wenten meneruskan perjalanan ke G Tambora di P Sumbawa Untuk melaksanakan pemeriksaan kawah gunung tersebut dengan SPPD No.192/P/80 dan No. 193/P/80. Pemeriksaan ke kawah G Tambora yang terakhir pada bulan Agustus 1969 oleh Sdr. Sumarna Hamidi B.Sc.
G. Tambora dan G. Sangeangapi adalah dua buah gunung aktif tipe A yang berada di Propinsi Nusatenggara Barat. G. Tambora adalah gunungapi aktif yang mempunyai kaldera dipuncaknya. Terletak di Jazirah Sanggar Kab. Bima, P. Sumbawa, Propinsi Nusatenggara Barat. Posisi geografinya 8°15' Lintang Selatan, 118°00'Bujur Timur. Tinggi puncaknya 2851 m diatas permukaan laut