Diantara semua gunungapi diseluruh dunia, tidak ada satupun yang telah mengalami letusan dahsyat seperti gunungapi ini, yang dalam tahun 1815, telah menggoyangkan seluruh Arsipel Hindia, sebahagian dari padanya diselubunginya dalam kegelapan, dan guntur-gunturaya yang hebat terdengar sampai sejauh 260 mil geografi disekelilingnya, gunangapi ini menjulang sebegitu jauh diketahui, sama sekali ter…
This proposal requests funds to support an investigation respectively. of three large eruptions from the volcanoes Tambora, Krakatoa and Agung which occurred in 1815, 1883 and 1963 Though the nature of the eruptions, and especially the deposits of ejecta, are poorly understood, these events are known to have caused considerable effects in the stratospheric aerosol layer. the post eruption years…
G. Api Tambora terletak di pulau Sumbawa Nusa Tenggara Barat. Tubuhnya menempati hampir seluruh semenanjung Sanggar. G. Api ini termasuk gunungapi tipe A. Erupsi yang terkenal terjadi tahun 1815 yang mengakibatkan korban tewas sejumlah 92.000 orang, dimana 10.000 orang meninggal akibat langsung dari letusan dan selebihnya karena penyakit dan kelaparan selama bencana berlangsung.
The main poducts of the gigantic Tambora Volcano (Sumbawa island, Indonesia) eruption were geologically pyroclastic deposits containing 67.5 cubic kilometers in magmatic material volume. The eruption had a counted release energy of 8.4 x 10 (26) erg causing 92,000 people killed. At Tambora area, the deposits are dominated by pyoclastic flow comparing to the pyroclatic airfall deposits with the …
Semula pengamatan gempa di G. Tambora memakai seismograf sistim kabel, dengan sistim ini kurang efektif karena kabel yang menghubungkan rekorder dengan seismometer sering putus, maka pada Agustus 1996 sistim kabel diganti dengan sistim radio telemetri.
Perbedaan rona baik pada citra satelit maupun foto udara antara lereng barat dan lereng timur sampai selatan Gunung Tambora serta laporan peneliti sebelumnya yang menyebutkan adanya hutan lebat di bagian lereng sebelah barat hanya empat tahun setelah letusan (1819), pada awalnya menimbulkan asumsi bahwa material hasil erupsi yang terjadi pada tahun 1815 terutama aliran piroklastika diletuskan d…
Seksi Pemetaan Topografi, Sub. Direktorat Pemetaan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi melalui Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi dalam tahun anggaran 1996/1997 merencanakan kegiatan Pemetaan Situasi Topografi Puncak/Kawah Gunung Tambora di Pulau Sumbawa.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui "Evolusi Vulkanik G. Tambora"berdasarkan berbagai data penunjang, baik berupa "Pengamatan Geologi Langsung di Lapangan" maupun " Data Pengamatan Tidak Langsung" (interpretasi Foto Udara, Citra Landsat, dan SPOT IMAGE") serta ditunjang dengan berbagai "analisis laboratorium" (petrografi, analisis kimia, pentarikhan umur absolut dengan metoda K/Ar, Ar/Ar …
Maksud dari penelitian ini adalah sebagai realisasi dari hasil pemetaan geologi foto dan pemeriksaan lapangan daerah Gunungapi Tambora dan sekitarnya, Kabupaten Dompu dan Bima, Prov NTB, sebagai pelaksanaan proyek Pengawasan/Pengamatan dan Pemetaan Gunungapi oleh staff Seksi Penginderaan Jauh, Subdit pemetaan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi tahun anggaran 1995 - 1996.
G. Tambora dan G. Sangeangapi adalah dua buah gunung aktif tipe A yang berada di Propinsi Nusatenggara Barat. G. Tambora adalah gunungapi aktif yang mempunyai kaldera dipuncaknya. Terletak di Jazirah Sanggar Kab. Bima, P. Sumbawa, Propinsi Nusatenggara Barat. Posisi geografinya 8°15' Lintang Selatan, 118°00'Bujur Timur. Tinggi puncaknya 2851 m diatas permukaan laut.