Pada Sabtu, 14 Februari 2026, telah
dilaksanakan kegiatan monitoring oleh Kepala Pusat
Survei Geologi Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral kepada
Tim Pemetaan Tematik dalam rangka Survei Pendahuluan Pemetaan Patahan Aktif di
wilayah Kabupaten Karawang. Kegiatan ini
merupakan bagian dari tahapan awal pemetaan yang bertujuan memastikan kesiapan
teknis, efektivitas metode kerja, serta dukungan peralatan lapangan guna
menunjang kelancaran pelaksanaan survei dan pengumpulan data geologi secara
optimal.
Secara lebih luas, kegiatan pendahuluan pemetaan patahan aktif di wilayah Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Karawang diarahkan untuk mengidentifikasi serta memahami karakter struktur aktif melalui akuisisi data geologi permukaan dan survei Ground Penetrating Radar (GPR) yang dipadukan dengan interpretasi data seismik refleksi dari lintasan yang telah tersedia. Dalam konteks regional, kawasan ini dipengaruhi oleh sistem Sesar Naik Baribis sebagai bagian dari mekanisme back-arc thrust Jawa (Aribowo, 2022), yang menunjukkan kompleksitas dinamika tektonik serta potensi deformasi yang perlu dikaji secara lebih mendalam.
Namun demikian, pola seismisitas
berdasarkan data Passive Seismic Tomography (PST) serta rilis kejadian gempa
oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan
Geofisika menunjukkan bahwa aktivitas kegempaan tidak hanya terfokus
pada satu jalur struktur. Kondisi tersebut menuntut penerapan pendekatan
integratif untuk mengevaluasi kemungkinan segmentasi maupun keberadaan struktur
lain yang turut berperan, terutama di bagian utara Karawang yang didominasi
endapan Kuarter yang luas.
Oleh karena itu, kombinasi observasi
geologi permukaan dengan pendekatan geofisika melalui GPR dan interpretasi
seismik menjadi langkah penting dalam menelusuri indikasi deformasi bawah
permukaan secara lebih komprehensif. Hasil dari kegiatan ini diharapkan menjadi
landasan ilmiah dalam pengembangan kajian lanjutan terkait karakter deformasi
aktif serta pemetaan potensi bahaya geologi, sekaligus memberikan dasar
informasi yang komprehensif dalam mendukung upaya mitigasi bencana dan
perencanaan pembangunan wilayah yang lebih aman dan berkelanjutan.