Sebagai negara yang berada di
kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire), Indonesia menghadapi ancaman
kebencanaan geologi yang sangat tinggi, mulai dari erupsi gunung api, gempa
bumi, tsunami, hingga gerakan tanah. Oleh karenanya, kehadiran MAGMA Indonesia
(Multiplatform Application for Geohazard Mitigation and Assessment in
Indonesia) yang dikembangkan oleh Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan
Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menjadi instrumen penting dalam memperkuat sistem
mitigasi bencana nasional.
MAGMA Indonesia menyediakan informasi dan rekomendasi kebencanaan geologi secara terintegrasi dan quasi real-time sehingga masyarakat, pemerintah daerah, maupun pemangku kepentingan dapat memperoleh informasi secara akurat. “Magma Indonesia dikembangkan sejak tahun 2015 yang menyajikan informasi quasi-real-time, terkait laporan, peta, notifikasi dan rekomendasi terkait aktivitas gunung api, gempa bumi, tsunami, gerakan tanah dan informasi abu vulkanik untuk keselamatan penerbangan. Semua ini kami rancang untuk mempermudah masyarakat dan para pemangku kepentingan mendapatkan akses yang resmi, cepat dan mudah dipahami” jelas Devy Kamil Syahbana, inisiator aplikasi MAGMA Indonesia.
Keunggulan lain dari MAGMA
Indonesia adalah pengguna dapat mengakses beragam informasi tanpa harus
berpindah platform (satu pintu), berbasis data ilmiah sehingga memiliki
kredibilitas dan akurasi tinggi sebagai dasar pengambilan keputusan, akses
multiplatform sehingga dapat diakses dimana saja dan kapan saja serta
memudahkan masyarakat memahami karakteristik bencana geologi di wilayahnya
sebagai upaya membangun budaya siaga bencana.
Berbagai keunggulan inilah yang menjadikan Magma berhasil memperoleh penghargaan Honourable Mention United Nations Public Service Awards (UNPSA) 2026 di Georgia, pada 25 Juni 2026 dengan kategori “Delivering Inclusive and Equitable Services to Leave No One Behind”, yaitu layanan publik yang inklusif dan setara bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Dari sekitar 700 aplikasi dari 62 negara, hanya 12 inisiatif terbaik dunia yang memperoleh penghargaan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan MAGMA Indonesia menjadi salah satu penerimanya.
Pengembangan MAGMA Indonesia terus dilakukan, salah satunya dengan mulai mengintegrasikan Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung pencarian informasi, penyusunan ringkasan otomatis, layanan chatbot, serta mempercepat penyebarluasan informasi kebencanaan. “Ke depannya, MAGMA Indonesia juga diharapkan tidak hanya menjadi pusat informasi kebencanaan geologi nasional bagi masyarakat Indonesia saja, tetapi juga menjadi rujukan bagi para wisatawan atau warga negara asing yang berada di Indonesia dengan menyediakan informasi berbahasa Inggris”, ujar Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Siti Sumilah Rita Susilawati.
Visi MAGMA Indonesia adalah
mewujudkan satu platform kebencanaan geologi dengan informasi yang terpercaya
dan mudah dipahami sehingga para pemangku kepentingan dan masyarakat dapat
mengambil keputusan dan bertindak dengan tepat untuk keselamatan jiwa (One
Platform. Trusted Information. Safer Decisions). “Kami percaya bahwa akses
informasi yang cepat dan akurat merupakan kunci utama dalam upaya mengurangi
risiko dan dampak bencana. Namun, kemampuan masyarakat dalam memahami informasi
dan untuk merespon dengan tepat dalam kondisi krisis, adalah hal yang paling
fundamental. Badan Geologi akan terus berupaya meningkatkan kebermanfaatan inovasi
layanan publik ini agar dapat dirasakan secara langsung, terutama oleh para
pemangku kepentingan dalam pengambilan keputusan serta oleh masyarakat umum dalam merespon kondisi bahaya”
tegas Plt. Kepala Badan Geologi, Lana Saria.