Perdana, Badan Geologi Laksanakan Penyembelihan Kurban Terpusat

Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk pertama kalinya menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban secara terpusat. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Parkir Badan Geologi, Jl. Diponegoro No. 57, Bandung, pada Rabu, 27 Mei 2026.


Meski persiapan dilakukan dalam waktu yang relatif singkat, yakni tujuh hari, kegiatan berjalan lancar dan penuh kebersamaan. Panitia yang dipimpin oleh Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Hidayah Badan Geologi berhasil menghimpun 6 ekor sapi dan 7 ekor domba dari kontribusi pimpinan, pegawai, serta para stakeholder di lingkungan Badan Geologi.

Sekretaris DKM Al-Hidayah Badan Geologi, Joko Parwata, menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak yang terlibat. “Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada pimpinan serta seluruh panitia yang telah bekerja dengan penuh dedikasi sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa berbagai persiapan dilakukan secara matang, mulai dari penyediaan peralatan, mekanisme pengumpulan dan distribusi daging kurban, hingga inovasi pemanfaatan bahan bekas untuk pembuatan alat bantu penyembelihan. Inovasi tersebut diharapkan dapat menjadi inventaris peralatan yang bermanfaat untuk kegiatan serupa di masa mendatang.

Apresiasi turut disampaikan oleh Plt. Kepala Badan Geologi, Lana Saria. Ia berharap momentum Idul Adha ini dapat semakin mempererat ukhuwah, menumbuhkan kepedulian sosial, serta memperkuat semangat gotong royong di lingkungan Badan Geologi.

“Pada kesempatan ini saya menyampaikan terima kasih kepada para Shohibul Qurban yang telah berbagi rezeki, serta kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan kegiatan ini. Semoga penyembelihan kurban terpusat ini dapat menjadi agenda rutin setiap tahunnya di Badan Geologi,” ungkapnya.


Daging kurban yang telah disembelih selanjutnya akan didistribusikan kepada Pegawai Outsourcing, ASN Golongan II, serta masyarakat yang membutuhkan, termasuk kaum dhuafa, fakir miskin, dan anak yatim piatu.

Ikuti Berita Kami