Pada tanggal 8–9 April 2026 telah dilaksanakan
Seminar & Workshop “Advances in Rare Earth Ore Characterization with Maps
Mineralogy”. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Pusat Survei Geologi,
Badan Geologi, Kementerian ESDM dan merupakan hasil kolaborasi antara PT Dynatech
dan Pusat Survei Geologi.
Pada hari pertama, kegiatan dilaksanakan di
Ballroom Hotel Aston Pasteur Bandung dalam bentuk seminar yang bertujuan untuk
memberikan pemahaman komprehensif mengenai perkembangan teknologi analisis
mineral serta pemanfaatan perangkat lunak dalam karakterisasi material geologi.
Kegiatan ini diikuti oleh para peneliti, analis laboratorium, serta pemangku
kepentingan di bidang geosains.
Adapun rangkaian acara pada hari pertama
meliputi:
1. Gambaran Umum
Laboratorium dan Fasilitas di Pusat Survei Geologi Bandung.
Pada
sesi ini disampaikan profil Laboratorium Pusat Survei Geologi, termasuk lingkup
layanan pengujian, jenis-jenis analisis yang tersedia, serta fasilitas utama
yang dimiliki. Selain itu, dipaparkan pula tantangan yang dihadapi, khususnya
terkait keterbatasan beberapa peralatan, sehingga memerlukan peningkatan
kapasitas dan modernisasi instrumen untuk mendukung kebutuhan penelitian
terkini.
2. Pengantar
Aplikasi Maps Mineralogy.
Sesi
ini memberikan pemahaman dasar mengenai konsep Maps Mineralogy sebagai
salah satu metode analisis berbasis pemetaan mineral secara kuantitatif dan
spasial. Dijelaskan prinsip kerja aplikasi, integrasi dengan data mikroskopi
elektron, serta keunggulannya dalam mengidentifikasi mineral secara otomatis
dan akurat.
3. Karakterisasi
Tanah Jarang Menggunakan Aplikasi Maps Mineralogy.
Materi
ini membahas penerapan langsung aplikasi Maps Mineralogy dalam studi
mineral tanah jarang (rare earth elements/REE). Disampaikan bagaimana
teknik ini mampu mengidentifikasi distribusi mineral pembawa REE, asosiasi
mineral, serta hubungan tekstural yang sangat penting dalam evaluasi potensi
sumber daya.
4. Demonstrasi
Software Maps Mineralogy.
Pada
sesi ini dilakukan demonstrasi penggunaan perangkat lunak, mulai dari input
data, proses analisis, hingga interpretasi hasil. Peserta diberikan gambaran
praktis mengenai alur kerja (workflow) dalam pengolahan data mineralogi
berbasis morfologi dan spektrum.
5. Analisis
Mikrostruktur 3D Mineral Tanah Jarang.
Sesi
ini mengangkat teknik analisis lanjutan berupa visualisasi dan interpretasi
mikrostruktur dalam bentuk tiga dimensi. Dijelaskan bagaimana pendekatan ini
dapat memberikan informasi lebih detail terkait morfologi, distribusi pori,
serta hubungan antar mineral dalam skala mikro hingga nano. Analisis ini
menggunakan Avizo Software yang merupakan aplikasi yang dirancang khusus untuk
visualisasi, analisis, dan pemrosesan data gambar 3D, terutama dalam studi
mikrostruktur material. Perangkat lunak ini mengubah data citra 2D (seperti
SEM, TEM, CT-scan) menjadi model 3D yang dapat diukur dan disimulasikan.
Pada hari kedua, kegiatan dilaksanakan di
Laboratorium Pusat Survei Geologi, khususnya di Laboratorium Lingkup Uji
FE-SEM, dalam bentuk workshop yang bersifat praktis dan aplikatif.
Adapun rangkaian kegiatan workshop meliputi:
1. Teknik Preparasi
Sampel
Peserta
diberikan pemahaman dan praktik langsung mengenai tahapan preparasi sampel yang
baik dan benar untuk analisis mikroskopi elektron. Materi mencakup pemotongan, mounting,
grinding, polishing, hingga coating (pelapisan konduktif).
Ditekankan bahwa kualitas preparasi sangat menentukan hasil analisis, terutama
dalam memperoleh citra serta morfologi sampel dengan resolusi tinggi.
2. Demonstrasi Alat
FE-SEM Thermo Apreo 2.
Pada
sesi ini dilakukan demonstrasi langsung pengoperasian alat Field Emission
Scanning Electron Microscope (FE-SEM) Thermo Apreo 2. Peserta
diperkenalkan pada komponen utama alat, prinsip kerja, serta parameter
operasional. Selain itu, ditunjukkan pula bagaimana melakukan akuisisi citra
dengan resolusi tinggi serta analisis komposisi menggunakan detektor tambahan
seperti EDS (Energy Dispersive Spectroscopy), Mapping dan Maps
Mineralogy.
Kegiatan seminar dan workshop ini
diselenggarakan dalam rangka meningkatkan pemahaman serta kapasitas teknis
sumber daya manusia di bidang karakterisasi material geologi, khususnya terkait
pemanfaatan teknologi mikroskopi elektron dan aplikasi analisis mineral modern.
Kehadiran FE-SEM Thermo Apreo 2 di Laboratorium Pusat Survei Geologi merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas analisis laboratorium. Instrumen ini mampu memberikan data berresolusi tinggi serta mendukung analisis yang lebih akurat, cepat, dan komprehensif. Dengan demikian, pemanfaatan alat ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas penelitian dan pengujian, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data yang lebih andal di bidang geosains.