Harta Karun di Dasar Laut Bagian 2: Peluang dan Peran Indonesia di Tengah Persaingan Global

Pada bagian sebelumnya, kita melihat bagaimana kebutuhan mineral kritis terus meningkat seiring percepatan transisi energi global. Kita juga mengenal berbagai jenis endapan mineral di dasar laut yang menyimpan potensi besar bagi masa depan energi bersih. Kini, perhatian beralih pada bagaimana dunia mulai bergerak untuk memanfaatkan potensi tersebut. Persaingan global dalam mengamankan sumber daya mineral laut dalam pun semakin nyata.

Kegiatan eksplorasi di kawasan dasar laut internasional diatur oleh International Seabed Authority berdasarkan mandat dari United Nations Convention on the Law of the Sea. Hingga saat ini, lebih dari 30 kontrak eksplorasi telah diterbitkan kepada berbagai negara dan lembaga. Negara-negara seperti Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, India, hingga negara-negara Eropa aktif terlibat dalam kegiatan ini. Bahkan negara kepulauan kecil di Pasifik juga ikut mengambil peran sebagai sponsor kontrak eksplorasi.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penguasaan sumber daya mineral laut dalam telah menjadi bagian dari strategi geopolitik global. Negara-negara berlomba untuk mengamankan pasokan mineral yang akan menentukan masa depan energi dan industri mereka. Tidak hanya aspek ekonomi, tetapi juga aspek teknologi dan pengaruh global ikut dipertaruhkan. Dengan kata lain, laut dalam kini menjadi arena baru dalam kompetisi sumber daya dunia.

Bagi Indonesia, situasi ini menghadirkan peluang sekaligus tantangan. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dan pihak dalam United Nations Convention on the Law of the Sea, Indonesia memiliki kepentingan strategis dalam pengelolaan kawasan dasar laut internasional. Keterlibatan aktif dalam forum global menjadi penting untuk memastikan kepentingan nasional tetap terjaga. Selain itu, peluang kerja sama riset dan pengembangan teknologi juga terbuka lebar.

Komitmen Indonesia dalam hal ini telah dituangkan dalam kebijakan nasional, antara lain melalui Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun 2023 tentang Peran Aktif Indonesia di Kawasan Dasar Laut Internasional. Regulasi ini menjadi landasan bagi Indonesia untuk terlibat lebih jauh dalam tata kelola sumber daya laut dalam. Selain itu, kebijakan teknis juga terus dikembangkan untuk mendukung kesiapan nasional dalam menghadapi peluang ini.

Dalam konteks tersebut, peran Pusat Survei Geologi menjadi sangat penting. PSG memiliki tugas dalam melakukan penyelidikan, pemetaan, dan penelitian geologi, termasuk di wilayah kelautan. Data geologi laut dalam yang akurat menjadi dasar dalam memahami potensi sumber daya serta risiko yang mungkin timbul. Informasi ini sangat dibutuhkan dalam penyusunan kebijakan dan strategi nasional.

Selain itu, PSG juga berperan dalam pengembangan kapasitas ilmiah dan teknis di bidang geologi kelautan. Kajian mengenai karakter endapan mineral, proses pembentukan, serta sebarannya menjadi bagian penting dalam mendukung eksplorasi yang efektif. Dengan dukungan ilmu kebumian, Indonesia dapat mengambil keputusan yang lebih tepat dalam memanfaatkan sumber daya laut dalam. Peran ini juga mendukung prinsip pengelolaan sumber daya yang berbasis data dan berkelanjutan.

Namun demikian, pemanfaatan mineral dari dasar laut tidak terlepas dari tantangan lingkungan. Aktivitas di laut dalam berpotensi memengaruhi ekosistem yang masih belum sepenuhnya dipahami. Oleh karena itu, pendekatan kehati-hatian (precautionary approach) menjadi sangat penting. Pemanfaatan sumber daya harus dilakukan dengan mempertimbangkan keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan kelestarian lingkungan.

Ke depan, Indonesia memiliki peluang untuk menjadi bagian penting dalam rantai pasok mineral global. Namun, keberhasilan tersebut tidak hanya ditentukan oleh potensi sumber daya, tetapi juga oleh kesiapan ilmu pengetahuan, teknologi, dan tata kelola. Sinergi antara pemerintah, lembaga penelitian, dan pelaku industri menjadi kunci utama. Dengan langkah yang tepat, “harta karun” di dasar laut dapat dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan mineral nasional sekaligus transisi energi global.

Belum baca bagian pertama artikel ini? Yuk klik link berikut: Berita | Portal Layanan Satu Pintu Badan Geologi

Referensi

·       International Energy Agency. The Role of Critical Minerals in Clean Energy Transitions, 2021.

·       International Seabed Authority. Deep Seabed Minerals Contractors Database, 2023.

·       United Nations Convention on the Law of the Sea, 1982.

·       Hein, J.R., et al. 2013. Deep-Ocean Mineral Deposits as a Source of Critical Metals. Ore Geology Reviews.

·       USGS. Mineral Commodity Summaries, 2023.

Penulis         :   Dr. Asep K. Permana., S.T, M.Sc (KESDM)

Penyunting   :   Tim Scientific Board - PSG


Ikuti Berita Kami