Bandung, 30 Juni 2026 – Pusat Survei Geologi bekerja sama
dengan PT Sentral Lab Genetik menyelenggarakan Seminar dan Workshop bertajuk "Preparation and Petrographic
Observation" pada Selasa, 30 Juni 2026, bertempat di
Laboratorium Pusat Survei Geologi. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Pusat Survei
Geologi dan dihadiri oleh Ketua Tim Kerja Pengembangan Konsep Geosains,
perwakilan pegawai Pusat Survei Geologi, para praktisi, serta akademisi sebagai
upaya memperkuat kolaborasi dan peningkatan kompetensi di bidang laboratorium
kebumian.
Seminar
diawali dengan penyampaian materi oleh Very Edi Setiawan, S.T., dari Pusat
Survei Geologi yang membawakan materi "Overview:
Analisis Petrografi dan Pemanfaatannya di Bidang Geologi".
Selanjutnya, Upit Rahayu, S.T., dari PT Sentral Lab Genetik menyampaikan materi
"Enhancing
Petrographic Analysis through Advanced Thin Section Technology".
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi workshop mengenai Proses Pembuatan Sayatan Tipis
menggunakan Bain Thin Geo, yang memberikan kesempatan kepada
peserta untuk memahami tahapan preparasi sampel batuan secara lebih mendalam
melalui praktik dan demonstrasi.
Seminar
dan workshop ini menjadi wadah yang strategis untuk berbagi pengetahuan,
pengalaman, serta perkembangan terbaru dalam teknik preparasi sampel dan
pengamatan petrografi. Bagi Pusat Survei Geologi, kegiatan ini merupakan
kesempatan untuk memperkuat kompetensi laboratorium sekaligus berbagi praktik
terbaik dalam penyelenggaraan layanan pengujian. Saat ini, Laboratorium Pusat
Survei Geologi memiliki lima laboratorium uji yang telah menerapkan SNI ISO/IEC
17025:2017 sebagai standar sistem manajemen mutu dan kompetensi laboratorium.
Melalui kegiatan ini diharapkan peserta semakin memahami pentingnya kualitas,
ketertelusuran hasil pengujian, serta penerapan standar internasional dalam
mendukung pelayanan laboratorium yang andal dan terpercaya.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan kerja sama antara Pusat Survei Geologi dan PT Sentral Lab Genetik dapat terus berkembang menjadi kemitraan yang berkelanjutan, tidak hanya dalam penyelenggaraan seminar dan pelatihan, tetapi juga dalam pengembangan metode laboratorium, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta inovasi teknologi laboratorium kebumian. Sinergi yang erat antara pemerintah, industri, dan perguruan tinggi diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan ilmu kebumian di Indonesia serta mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan.