Dalam rangka melaksanakan tugas dari Pemimpin Proyek Mitigasi Bencana Alam Geologi maka laporan ini dimaksudkan sebagai suatu usaha mitigasi terhadap kemungkinan bencana yang dapat terjadi pada waktu mendatang karena terjadinya kegiatan/letusan G. Karangetang. Tujuan penyelidikan ini adalah untuk mengevaluasi kegiatan dan bahaya G. Karangetang yang mengancam penduduk di sekelilingnya termasuk h…
Asap kawah teramati putih tebal, tingginya antara 50 - 700 m di atas kawah, relatif sama dibanding minggu lalu. Suara gemuruh sudah tidak terdengar lagi. Gempa vulkanik-dalam meningkat jumlahnya dibanding minggu lalu. Sedangkan tremor sudah tidak terekam lagi sejak tanggal 30 Januari. Berdasarkan data visual sampai dengan tanggal 4 Februari, kegiatan letusan G.Inelika cenderung menurun.
Asap kawah teramati putih tebal, tingginya natra 100 - 500 m di atas kawah, menurun dibanding minggu lalu. Suara gemuruh sudah tidak terdengar lagi. Gempa vulkanik dan tremor masih terekam oleh seismograf. Jumlah gempa vulkanik relatif sama dengan minggu lalu. Begitu pula amplituda tremor relatif sama yaitu antara 0,3 - 1,2 mm. Sedangkan gempa tektonik agak meningkat.
G. Inelika terletak di Kabupaten Ngada, Flores Tengah dengan Tinggi puncak G. Inelika 1559 m di atas muka laut. Satu-satunya letusan yang diketahui dalam sejarah yaitu terjadi dalam Nopember 1905. Letusan berlangsung selama 5 jam. letusan bersifat esplosif. Daerah yang langsung ditimpa oleh bahan lepasnnya adalah 106800 m2. Dalam kondisi normal tidak terlihat kepulan asap solfatara di kawahnya.
G. Ebulolo terletak di Flores Tengah, di Kabupaten Ngada, Kecamatan Bowae dan Maupongo. Sepanjang, kegiatannya G. Ebulobo tercatat sudah berulang kali mengadakan erupsi. Letusan besar pertama kali yang tercatat adalah pada th. 1830 yang mengakibatkan terbentuknya lava hitam Watu Kelli, sebelah utara G. Ebulobo. Periode letusa G. Ebulobo sangat bervariasi dengan selang letusan terpanjang adalah …
Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak pada pertemuan 3 lempeng kerak bumi yaitu: lempeng Asia, lempeng Hindia-Australia dan lempeng Pasifik. Akibat tumbukan dari ketiga lempeng tersebut dapat menimbulkan jalur gunungapi aktif yang memanjang searah dengan zona tumbukan. Di sepanjang jalur tersebut Indonesia terdapat hampir 13% dari gunungapi dunia dan terkenal sebagai negara yang me…
Letusan - letusan G. Batur dalam 1994 - 1995 bersifat eksplosive disertai lontaran material pijar dan menghasilkan kawah baru (Kawah 1994). Kemudian letusan 8 November 1997 hanya berupa letusan - letusan gas kering dari dalam Kawah Batur III. Kemudian pada 2 Juni 1998 pusat letusan berpindah dari Kawah Batur III, menghasilkan kawah baru (Kawah 1998).
G. SangeangApi terakhir erupsi pada 24 Januari 1997 yang sampai Juli 1998 letusan/hembusan asap masih sering terjadi. Erupsi 1997 bersifat eksplosif dan efusif. Karena dari hasil pengamatan menunjukkan terjadinya guguran - guguran lava ke arah S. Berano. Sampai dengan Juli 1998 gempa vulkanik terekam oleh seismograf yang jumlahnya per bulan di atas normal.
Faktor yang ikut menentukan intensitas bencana gunungapi adalah sifat dan tipe letusan gunungapi, sebaran produk letusan, perioda letusan, kepadatan penduduk di sekitar gunungapi serta perkembangan pemukiman dan wisatawan. Berdasarkan data letusan yang telah lampau, produk letusan G. Lewotobi Laki - laki dan Perempuan yang dapat menimbulkan bencana meliputi abu, pasir, dan lapili, bom volkanik,…
Kegiatan G. Iya dan G. Ebulobo dipantau secara terus - menerus oleh Sub Direktorat Pengamatan Gunungapi melalui Pos Pengamatan Tetap yang berlokasi di daerah gunungapi tersebut. Pemantauan kegiatan gunungapi selain visual juga pengamatan gempa. Pengamatan gempa untuk G.Iya dengan seismograf PS-2 bersistem telemetri satu komponen vertikal. Sedangkan G.Ebulobo menggunakan seismograf Elektromagnet…