Kebijakan pemerintah sesuai dengan amanat UU No.26 Tahun 2007, untuk mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumber daya alam yang dimilikinya dalam penyusunan rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) di kawasan gunungapi harus mempertimbangkan tingkat kerawanan bahaya yang disebabkan oleh letusan gunungapi. Pemanfaatan lahan dan sumberdaya gunungapi berupa kawasan yang menarik untuk wisatawan.
Kebijakan pemerintah sesuai dengan amanat UU No.26 Tahun 2007, untuk mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumberdaya alam yang dimilikinya dalam penyusunan rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) di kawasan gunungapi harus mempertimbangkan tingkat kerawanan bahaya yang disebabkan oleh letusan gunungapi. Pemanfaatan lahan dan sumberdaya gunungapi berupa kawasan yang menarik untuk wisatawan akan men…
Peningkatan kualitas jaringan seismik G. Batur-Agung merupakan bagian dari peningkatan sistem pemantauan gunungapi di Indonesia. Dengan adanya berbagai kesuitan yang telah ditemui selama beberapa tahun belakang ini terutama dalam hal kualitas signal seismik yang terekam yang terlalu rendah maka pemindahan sistem penerimaan dari yang semula berbasi di Rendang ke yang saat ini di Pos G. Batur tel…
Letusan - letusan G. Batur dalam 1994 - 1995 bersifat eksplosive disertai lontaran material pijar dan menghasilkan kawah baru (Kawah 1994). Kemudian letusan 8 November 1997 hanya berupa letusan - letusan gas kering dari dalam Kawah Batur III. Kemudian pada 2 Juni 1998 pusat letusan berpindah dari Kawah Batur III, menghasilkan kawah baru (Kawah 1998).
Merekam semua sistem pemantauan kegiatan vulkanik dan persiapan Direktorat Vulkanologi maupun Pemerintah setempat termasuk masyarakatnya dalam menghadapi kemungkinan terjadinya letusan G. Batur. Hal ini untuk memudahkan komunikasi dalam penyuluhan, apabila seluruh data telah tercatat.
G. Batur adalah salah satu gunungapi aktif di Indonesia, termasuk gunungapi yang sering meletus dibandingkan dengan G. Agung, keduanya terletak di P.Bali. Berdasarkan produk erupsi 1994/1995, erupsi G. Batur bersifat esplosif (strombolian), efusif atau kombinasi esplosif dengan efusif.
Dalam September 1996 telah dilakukan pendakian ke kawah G. Batur untuk memperoleh data kegiatan G. Batur dari dekat. Pada pendakian tersebut dilakukan pengukuran suhu solfatara pada beberapa lokasi di puncak G. Batur. Disamping melakukan pendakian dilakukan pula pengamatan gempa. Pengolahan data gempa yang dilakukan adalah menghitung frekuensi kejadian, magnituda rata - rata, modus, energi, dan…
Untuk memantau aktivitas G. Batur secara tetap, telah dipasang satu unit seismograph telemetri yang dipasang di lereng timur kawah G. Batur, pada ketinggian lk. 1230 mdpl dan diamati dari Pos Pengamatan G. Batur di desa Panelokan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, lk 3 km dari puncak G. Batur.
G. Api Batur terletak di sekitar Kintamani, Kabupaten Bangli, Prov. Bali. Dalam rangka penelitian deformasi di Gunung Batur ini, maka telah dibuat 13 titik ukur di sekitar kawah dan tubuh gunung bagian timur dan timur laut. Pembuatan titik ukur ini dimaksudkan sebagai titik tetap baik untuk reflektor maupun instrumen dalam melakukan pengukuran EDM (Electro-optical Distance Measuement) dan Level…
Untuk memantau kegiatan G. Batur telah dibangun sebuah Pos Pengamatan yang terletak di Desa Panelokan, Kecamatan Kintamani, lokasi Pos lk. 3 km dari puncak G.Batur, di dinding Selatan Kaldera Batur. Pengamatan yang dilakukan meliputi pemeriksaan kawah, pengukuran suhu, dan pengamatan gempa disamping pengamatan visual. Pelaksanaan kerja kegiatan pokok pengamatan meliputi pengumpulan data, pengol…