Geomagz Volume 1 No 2 Tahun 2011

Senin, 6 November 2023

Kita menyaksikan bahwa di Indonesia banyak terdapat museum, yaitu gedung berikut institusinya yang mengumpulkan, mendokumentasikan, mengawetkan, memamerkan, dan menafsirkan bukti-bukti fisik dan informasi terkait lainnya untuk kemanfaatan bagi masyarakat. Apakah museum-museum kita itu sudah memenuhi kriteria museum dari International Council of Museums (ICOM)? Menurut ICOM, museum adalah lembaga tetap nirlaba dalam melayani masyarakat dan perkembangannya, terbuka untuk umum, yang bertugas memperoleh, melestarikan, meneliti, mengkomunikasikan, dan memperagakan warisan berwujud dan tidak berwujud dari manusia dan lingkungannya, untuk tujuan pendidikan, studi, dan kesenangan. Jawabannya mungkin “sudah”, mungkin juga “belum”, karena pelayanan prima itu tidaklah mudah untuk dicapai. Demikian pula, makna pemeliharaan, penelitian, komunikasi dan warisan kemanusiaan berikut lingkungannya, sebagaimana kriteria keberhasilan pendidikan, studi dan kesenangan, itu juga sangatlah luas, sehingga akan senantiasa menjadi tantangan. Apabila kita cermati, kita masih akan mendapati banyak “pekerjaan rumah” dalam pelaksanaan museum sebagaimana yang dikehendaki oleh ICOM. Di antara jenis pelayanan publik museum yang ada di Indonesia adalah museum geologi, museum gunung api, dan museum kars yang diselenggarakan oleh Badan Geologi, KESDM. Dengan kata lain, Pemerintah melalui Badan Geologi, KESDM, telah memandang dan menempatkan sejumlah obyek fisik geologi dan lingkungannya, termasuk gunung api dan kawasan kars, masing-masing berikut maknanya, sebagai warisan kemanusiaan untuk tujuan pendidikan, studi, dan kesenangan dalam bentuk pelayanan museum. Geomagz kali ini berisikan laporan utama seputar museum yang berada di bawah Badan Geologi, termasuk artikel tentang riwayat singkat Pak Lasut dan Pak Soenoe yang dapat kita sebut sebagai para perintis museum geologi di Indonesia. Selain itu, disajikan pula artikel tentang laboratorium alam Karangsambung yang boleh jadi merupakan museum alam; dan artikel yang mengupas cara mengetahui umur batuan dengan “menginterogasi” batuan itu sendiri melalui metode 40 Ar - 39 Ar. Profil Geomagz edisi Juni ini menampilkan salah seorang sarjana geologi Indonesia yang pertama, yaitu J.A. Katili. Bulan Juni adalah bulan kelahiran dan wafatnya beliau, seorang tokoh geologi Indonesia yang sudah menginternasional dan menjadi inspirasi bagi banyak kalangan.

  • Kata Kunci :
    -

1 Penerbit : Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Jl. Diponegoro No. 57 Bandung 40122
2 Penulis : -
3 Editor : -
4 Layouter : -
5 Cover : -
6 Tebal : -
7 Berat : -
8 Ukuran : -
9 ISBN : -
10 Cetakan : -
11 Dikunjungi : 65x
12 Diunduh : 6x
13 URL : https://geologi.esdm.go.id/publikasi/laporan-dan-buku/geomagz-volume-1-no-2-tahun-2011

Ikuti Berita Kami