HASIL KAJI CEPAT FENOMENA SINKHOLE DI NAGARI SITUJUAH BATUA

HASIL KAJI CEPAT FENOMENA SINKHOLE DI NAGARI SITUJUAH BATUA



Badan geologi telah melakukan peninjauan cepat terhadap kasus sinkhole di Nagari Situjuah Batua selama 3 hari pada tanggal 9 hingga 11 Januari 2026. Berdasarkan hasil peninjaun cepat dan analisis uji laboratorium, hasil kajian cepat adalah sebagai berikut:

  1. Fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua adalah “PSEUDOKARST” atau kars semu dan karena keunikannya maka Badan Geologi menamakannya SINKHOLE SITUJUAH.

  2. Keunikan Sinkhole Situjuah yaitu:

    1. Sinkhole terjadi di material vulkanik (endapan gunungapi) dan bukan di batugamping (kars).

    2. Terdapat sungai bawah tanah yang membentuk rongga di material vulkanik (tuflapili).

    3. Mekanisme utamanya karena erosi buluh yaitu erosi internal yang mengikis partikel tanah dan membentuk saluran-saluran atau "pipa" alami.

    4. Lubang sinkhole terisi air dan terlihat kesan warna biru pada air. Fenomena ini pada bentang alam kars disebut Cenote.

    5. Derajat keasaman air (pH) agak asam hingga netral.

  3. Faktor – faktor penyebab terjadinya sinkhole Situjuah:

    1.  Faktor Air

      1. Suplai air yang melimpah (hujan dan air tanah) yang terus-menerus mengalir

      2. Kekuatan air tanah mengikis tanah dari dalam secara perlahan

    2. Faktor Stabilitas Tanah

      1. Jenis tanah di daerah ini (tuf/abu vulkanik) mudah terkikis oleh air.

      2. Ada jalur retakan-retakan di dalam tanah yang mempermudah proses erosi buluh.

      3. Perubahan tekanan rongga di bawah ambang batas toleransisehingga tidak kuat menahan beban di atasnya.

  4. Mekanisme terjadinya sinkhole secara singkat adalah sebagai berikut:

    1. Sungai sudah ada di atas permukaan lapili tuf kemudian terjadi pengendapan material di atas lapili tuf dari aktivitas vulkanik seiring waktu geologi.

    2. Terjadi proses erosi buluh/soil piping pada sungai lama.

    3. Terbentuk rongga membentuk sungai bawah tanah yang semakin membesar seiring waktu geologi.

    4. Secara pararel, terbentuk retakan vertikal & lubang vertikal di permukaan tanah hingga tersambung ke sungai bawah tanah.

    5. Gabungan faktor pemicu dari air yang mengganggu faktor stabilitas litologi mempercepat terjadinya sinkhole.

  5. Sinkhole Situjuah masih ada kemungkinan melebar terutama ke arah Tenggara – Barat Laut. Jarak Aman dari tepi Sinkhole adalah 17 meter ke arah Barat Daya-Timur Laut dan 30 meter ke arah Tenggara-Barat Laut.

❗Catatan penting: Angka ini masih sementara dan perlu penelitian lebih lanjut.

  1. Kemunculan sinkhole baru masih berpeluang dengan catatan sebagai berikut:

    1. Karakternya tidak terjadi secara massal dan bersifat setempat-setempat.

    2. Biasanya muncul di sepanjang jalur sungai bawah tanah.

    3. Sebagian wilayah Nagari Situjuah Batua dan Nagari Tungka yang berada di Barat Daya Sinkhole Situjuah lebih rentan daripada sebagian wilayah Nagari Situjuah Batua yang berada di Timur Laut Sinkhole Situjuah.

  2. Jalur – jalur yang berpotensi terjadi sinkhole di masa mendatang sebaiknya di inventarisasi rinci dengan pendekatan geofisika (misalnya: geolistrik dan georadar), hidrogeologi, dan geologi teknik.

  3. Penanganan Sinkhole Situjuah ada 2 opsi pilihan:

    1. Pilihan 1: Biarkan Terbuka (Dibiarkan Melebar Alami)

      1. Sinkhole tidak ditutup.

      2. Hitung kestabilan lubang dan tentukan radius aman secara detil dan terukur.

      3. Biarkan air mengalir keluar melalui saluran drainase.

      4. Jangan biarkan air meresap kembali ke tanah sekitar sinkhole

      5. Alirkan air ke bagian stabil seperti sungai di hilir atau manfaatkan untuk kebutuhan air baku warga dengan catatan dikaji rinci kelayakan airnya.

    2. Pilihan 2: Dicegah Agar Tidak Melebar

      1. Perlu bantuan ahli teknik sipil untuk memperkuat tebing dengan rekayasa teknis.

      2. Hitung dan rencanakan jumlah air yang boleh lewat sungai bawah tanah agar tidak mengganggu kestabilan di hulu dan hilir sinkhole.

  4. Upaya pengurangan risiko di masa mendatang adalah sebagai berikut:

    1. Mengenali gejala - gejala awal sinkhole (Lihat Lampiran)

    2. Kurangi air yang meresap ke tanah berlebihan terutama di area yang dicurigai ada sungai bawah tanah.

    3. Pilih tanaman yang tepat di area yang berisiko, pilih tanaman yang tidak butuh banyak air.

    4. Perhatikan saluran air rumah dan pastikan air buangan tidak merembes ke tanah yang berisiko sinkhole.

  5. Sinkhole Situjuah memiliki keunikan yang dapat dijadikan destinasi wisata edukasi, asalkan:

    1. Sudah dipastikan keamanannya.

    2. Ada pengaturan jarak aman untuk pengunjung.

    3. Ada edukasi tentang fenomena geologi.

  6. Himbauan kepada masyarakat:

    1. Masyarakat agar tidak mempercayai isu air berkhasiat. Berdasarkan uji laboratorium, air ini sama dengan air yang sering dijumpai sehari-hari.

    2. Air berwarna biru adalah fenomena alam dan bukan hal mistis. Hal ini terjadi terjadi karena partikel-partikel kecil atau zat terlarut di dalam air menghamburkan panjang gelombang warna biru yang ditangkap mata manusia.

    3. Laporkan jika menemukan gejala gejala awal sinkhole.

    4. Jaga jarak aman dari sinkhole yang sudah ditetapkan Badan Geologi.

    5. Ikuti arahan dari pemerintah dan ahli geologi.



-Badan Geologi-

Ikuti Berita Kami