Pelaksanaan kegiatan pengumpulan data ditujukan untuk dapat mengikuti perkembangan akhir didalam wilayah Daerah Bahaya dan Waspada sekitar Gunungapi Anak Ranakah. Pendataan diutamakan pada masalah kependudukan, lahan-usaha, jalur sebaran bahaya yang umunya melalui lembah dan sungai serta pelaksanaan pengungsian melalui suatu mekanisme yang relatif aman, mudah, dan benar.
Sejak bulan Agustus 1994 sampai Mei 1995 seismograf di G. Anak Ranakah tidak beroperasi karena rusak. Oleh karena itu, dilakukan pemeriksaan pada bagian rekorder dulu dengan cara memasukan sinyal dari pembangkit gelombang sinus buatan, ternyata jarum pen motor tidak bergerak walaupun penguat amplifier diubah - ubah, sedangkan drum dan sistem waktu berjalan baik. Perbaikan dilakukan pada modul a…
Letusan yang tiba -tiba terjadi di deretan pegunungan sebelah selatan Kota Ruteng, yang dikenal dengan nama G.Mandosawu, amat mengejutkan kalangan ilmuwan kegunungapian. Betapa tidak, deretan pegunungan di Flores itu, telah lama diketahui sebagai deretan gunungapi yang mati. Tidak ada suatu gejala gunungapi pun nampak di igir pegunungan yang merentang dari barat ke timur itu. Setidaknya, selama…
Berhubung meletusnya G. Anak Ranakah di komplek G. Mandasawu, maka penulis ditugaskan dengan SPPD no. 1047/0441/3402/88, bersama Bapak Ir. A.C. Effendi KaSubDit Pemetaan Gunungapi di Flores Barat termasuk wilayah Perwakilan Kecamatan Ruteng Kabupaten Manggarai HTT. Penulis sendiri ditugaskan untuk membuat Peta Daerah Bahaya G. Anak Ranakah sedangkan Bapak Ir. A.C. Effendi meneliti geologi G. Ma…
Pembentukan kubah lava Anak Ranakah didahului oleh erupsi freatik pada Desember 1987 hingga minggu pertama Januari 1988 membentuk kubah lava andesit magma muncul ke permukaan piroksen-hornblenda (60-62% SiO2) pada 9 Januari 1988 terbentuk Letusan pembukaan sebelum kubah benar-benar freatik dan/atau freatomagmatik. Ini didukung data visual warna asap putih pada awal letusan menuju kecoklatan dar…
Kegiatan G.Anak Ranakah di kabupaten Manggarai pertama kali teramati pada erupsi Desember 1987. Sejak itu G. Anak Ranakah diamati terus menerus dari sebuah Pos darurat di kp. Robo lk. km dari gunung. Pengamatan dilakukan secara visual dan gempa. Sejak pertengahan 1988 sampai Mei 1991 gempa vulkanik selalu terekam setiap bulan. Gempa vulkanik rata-rata per hari sampai dengan akhir 1990 adalah 1 …
Sehubungan dengan letusan G. Anak Ranakah pada 28 Desember 1987, maka untuk mengetahui volume kubah lava dan peta situasi disekitarnya, telah dilakukan pengukuran pemetaan topografi selama satu bulan (Juni Juli 1988). Penulis dengan Sppd No. 444/0441/3402/88 bersama Sdr. Agus Karim Sppd No. 445/0441/3402/1988, melakukan pemetaan topografi puncak G. Anak Ranakah yang termasuk Kelurahan Longko, K…
Penulis ditugaskan kembali ke G. Anak Ranakah pada 20 Pebruari 1988 s/d 4 Haret 1988 untuk melakukan pengukuran kubah lava G. Anak Ranakah. Berdasarkan keadaan kegiatan yang diperlihatkan oleh G. Anak Ranakah sampai saat sekarang guguran-guguran hanya terjadi pada kubah lava bagian utara dan sedikit bagian timur dan selatan. Maka tim pemetaan daerah bahaya perlu melakukan pengukuran kubah lava …
Sub Direktorat Pemetaan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi telah melakukan Pemetaan Daerah Bahaya G. Anak Ranakah. Pemetaan tersebut dilakukan bulan Juli 1988 dan merupakan penelitian ulang dan pemetaan lanjutan bulan Januari 1988 yang dipetakan oleh Ato Djuhara Wirasaputra. G. Anak Ranakah di komplek G. Mandasawu, termasuk kedalam wilayah Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur. Pendud…
Satu rentetan gempabumi vulkanil terjadi setelah letusan seminggu fraktik di Mandosawu. Kegempaan tersebut diikuti dengan cermat dan ditafsirkan kemudian sebagai indikasi perubahan tipe letusan dari fraktik Ternyata, magma menerobos hingga permukaan cikal-bakal G. Anak Ranakah. Bersama waktu ke magmatik. dan lava tersebut membangun bentuk kubah